Latest Entries »

SISTEM INFORMASI PEMASARAN

SISTEM INFORMASI PEMASARAN

Kelompok 8 : 1. Darmawan Susanto

2. Ami Lusiani

3. Fenti Novita

4. Nyomas Yhosi R.S

5. Andika Bimantara

Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sriwijaya

2011/2012

Bab I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Bab II

Pembahasan

A. Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

a. Philip Kotler (Marketing)

Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

b. Philip Kotler dan Amstrong

Pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

c. W Stanton

Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.

d. American Marketing Association 1960

Pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengaarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran.

Kesimpulan dari pengertian Sistem Pemasaran yaitu Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

TABEL I

Langkah langkah Segmentasi Pasar, Penetapan Pasar Sasaran,

Penempatan Pasar


Segmentasi Pasar

Menetapkan Pasar

Sasaran

Penempatan Pasar

1. Identifikasi dasar-dasar segmentasi pasar

2. Mengembangkan profit setiap segmen

1. Mengembangkan metode penilaian atas daya tarik pasar

2. Memilih pasar yang akan dimasuki

1. Merumuskan penempatan produk pada masing-masing segmen yang dipilih sebagai sasaran

2. Mengembangkan bauran pemasaran bagi setiap segmen yang dipilih sebagai sasaran

1. Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.

2. Penetapan Pasar Sasaran ( Target market)

Penetapan pasar sasaran adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang.

Teknik-teknik yang dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu diantara lima strategi peliputan pasar, yaitu:

1. Konsentrasi pasar tunggal

Ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar. Biasanya perusahaan yang lebih kecil melakukan pilihan ini.

2. Spesialisasi produk

Sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu jenis produk. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi hanya mesin tik, listrik bagi sekelompok pelanggan.

3. Spesialisasi pasar

Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat segala macam mesin tik, tetapi diarahkan untuk kelompok pelanggan yang kecil.

4. Spesialisasi selektif

Sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai kegiatan usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik.

5. Peliputan keseluruhan

Yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk setiap orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.

3. Penempatan produk ( Product Positioning)

Penempatan produk mencakup kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakekatnya Penempatan produk adalah: Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Bagi setiap segmen yang dimasuki perusahaan, perlu dikembangkan suatu strategi penempatan produk. Saat ini setiap produk yang beredar dipasar menduduki posisi tertentu dalam segmen pasamya. Apa yang sesungguhnya penting disini adalah persepsi atau tanggapan konsumen mengenai posisi yang dipegang oleh setiap produk dipasar.

B. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan. Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.

C. Konsep Pemasaran

Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan.

a. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu.

b. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam.

c. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu :

1. Konsep produksi

Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.

2. Konsep produk

Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik.

3. Konsep penjualan

Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

4. Konsep pemasaran

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

5. Konsep pemasaran social

Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

6. Konsep Pemasaran Global

Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktorfaktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

D. Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi Pemasaran Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :

1. Daur hidup produk Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.

2. Posisi persaingan perusahaan di pasar Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.

3. Situasi ekonomi Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

Macam-macam strategi pemasaran diantaranya:

1. Strategi kebutuhan primer

Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu:

a. Menambah jumlah pemakai.

b. Meningkatkan jumlah pembeli.

2. Strategi Kebutuhan Selektif

Yaitu dengan cara :

a. Mempertahankan pelanggan, misalnya:

1. Memelihara kepuasan pelanggan.

2. Menyederhanakan proses pembelian.

3. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk.

b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier), misalnya:

1. Mengambil posisi berhadapan (head – to heas positioning).

2. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin).

Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:

1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.

2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.

3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.

4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.

E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran Perusahaan

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran pada suatu perusahaan adalah :

1. Lingkungan mikro perusahaan

Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:

a. Perusahaan

Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang lainnya.

b. Pemasok (Supplier)

Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kejadian lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.

c. Perantara Pemasaran

Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang atau jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :

1. Perantara, adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu agen perantara seperti agen, pialang dan perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para pelanggan dan/atau mengadakan perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak memiliki barang atau jasa itu sendiri.

2. Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.

3. Para Agen Jasa Pemasaran, seperti perusahaan atau lembaga penelitian pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.

4. Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan.

d. Para Pelanggan

Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan apakah individu individu, Iembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan sebagainya.

e. Para Pesaing

Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaanlain. Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.

f. Masyarakat Umum

Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah mereka menerima atau menolak metode-metode dari perusahaan dalam menjalankan usahanya, karena kegiatan perusahaan pasti mempengaruhi minat kelompok lain, kelompok-kelompok inilah yang menjadi masyarakai umum. Masyarakat umum dapat memperlancar atau sebaliknya dapat sebagai penghambat kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya.

2. Lingkungan Makro

Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:

a. Lingkungan Demografis/Kependudukan

Lingkungan demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk, seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu pasar.

b. Lingkungan Ekonomi

Lingkungan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.

c. Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya alam

d. Lingkungan Teknologi

Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi, perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk daripada penemuan yang besar dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi.

e. Lingkungan sosial/budaya

Lingkungan ini menunjukkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat pandangan masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.

F. Pengertian Sistem Pemasaran

Sistem Pemasaran adalah sekolompok unsur-unsur atau bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.

Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu antara lain mencakup :

1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran.

2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan.

3. Target pasar.

4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan).

5. Kendala lingkungan (environmental constraints).

Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarannya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada sewaktu tertentu dipertemukan secara tepat.

G. Macam – Macam Sistem Pemasaran

a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal

Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan. Tujuan dari sistem ini yaitu mengendalikan perilaku saluran dan mencegah perselisihan antara anggota saluran.

b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal

Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.

c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda

Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.

H. Sistem Informasi Pemasaran

Setiap pimpinan perusahaan, selalu dihadapkan kepada masalah pengambilan keputusan dan penentuan policy dan strategi dari pelaksanaan kegiatan perusahaan, dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan yang diharapkan. Salah satu bentuk pengambilan keputusan dari penentuan policy dan strategi perusahaan adalah penyusunan rencana perusahaan. Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan menentukan policy dan strategi yang jitu atau baik, seorang pimpinan perusahaan membutuhkan informasi yang tepat dan lengkap.

Informasi yang tepat adalah informasi yang isinya sesuai dengan yang dibutuhkan, penyampaiannya tepat pada waktu atau saat yang dibutuhkan dan disampaikannya tepat pada tempat atau tujuannya, yaitu orang atau pimpinan yang membutuhkannya. Informasi yang lengkap adalah informasi yang menyeluruh sesuai apa yang dibutuhkan, dan tidak ada yang kurang. Agar informasi yang dibutuhkan dapat tepat dan lengkap serta teratur diterimanya sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh pimpinan perusahaan, maka perlu diatur sistem pengumpulan, pengolahan, penyampaian, dan penggunaannya. Sistem inilah yang kita kenal di dalam pemasaran sebagai sistem informasi pemasaran (Marketing Information System – MKIS).

Sistem Informasi Pemasaran

Interaksi Pemasaran

Otomatisasi Pemasaran

Promosi dan Periklanan

Manajemen Penjualan

Peninjauan dan Penelitian

Pelayanan Pelanggan

Manajemen Produksi

Sistem informasi pemasaran merupakan kumpulan dari sub-sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain secara harmonis dengan tujuan untuk mengolah data yang berkaitan dengan masalah pemasaran, menjadi informasi pemasaran yang diperlukan manajemen dalam menagmbil keputusan untuk melaksanakan fungsinya. Sistem informasi pemasaran dilaksanakan oleh fungsi manajemen pemasaran dalam upaya melaksanakan fungsi pemasaran. Menurut Kotler fungsi pemasaran meliputi analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membentuk dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli. Untuk melaksanakan fungsinya, manajer pemasaran memerlukan informasi mengenai internal perusahaan yang berkaitan dengan bidang pemasaran serta lingkungan pemasarannya seperti persaing, penyalur dan kekuatan lainnya yang selalu tersedia setiap saat.

Gambar 1.1 Sistem informasi pemasaran menyediakan teknologi informasi untuk mendukung komponen utama dari fungsi pemasaran

I. EVOLUSI KONSEP SISTEM INFORMASI PEMASARAN

Pada tahun 1966, Profesor Phillip Kotler dari Northwestern University menggunakan istilah pusat saraf pemasaran (marketing nerve center) untuk menggambarkan suatu unit baru di dalam pemasaran yang mengumpulkan dan mengolah informasi pemasaran. Ia mengidentifikasikan tiga jenis informasi pemasaran yang digambarkan pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.2 Arus Informasi Kotler

§ Intelijen pemasaran (marketing intelligence) informasi yang mengalir ke perusahaan dari lingkungan.

  • Informasi pemasaran intern(internal marketing information) informasi yang dikumpulkan di dalam perusahaan.
  • Komunikasi pemasaran (marketing communication) informasi yang mengalir keluar dari perusahaan ke lingkungan.

Kotler mengenali maksud dukungan keputusan dari pusat saraf itu:”…keputusan pemasaran yang rumit seperti menrunkan harga, merevisi wilayah penjualan, atau meningkatkan biaya iklan dapat dievaluasi sebelum dan sesudahnya melalui analisis ilmiah dari data yang tersedia.”ᶟWalau ia tidak menggunakan istilah sistem informasi pemasaran, itulah yang ada di dalam pikiran Kotler.

Kita dapat mendefinisikan sistem informasi pemasaran (marketing information systemMKIS) sebagai suatu sistem berbasis komputer yang bekerja sama dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pemasaran produk perusahaan. Dua elemen dalam definisi tersebut merupakan pokok penting. Pertama, semua sistem informasi fungsional harus bekerja sama, dan kedua, dukungan pemecahan masalah tidak terbatas pada manajer perusahaan.

J. Model Sistem Informasi Pemasaran

Model Sistem Informasi Pemasaran (SIP) dapat dilihat pada gambar 1.3. Model ini terdiri dari kombinasi subsistem-subsistem input dan output yang dihubungkan dengan database.

1. Subsistem Output

Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari bauran. Subsistem produk menyediakan informasi tentang produk perusahaan. Subsistem tempat menyediakan informasi tentang jaringan distribusi perusahaan. Subsistem promosi menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan perusahaan dan penjualan langsung. Subsistem harga membantu manajer membuat keputusan harga. Selain itu, ada subsistem kelima, Subsistem bauran terintegrasi yang memungkinkan manajer untuk mengembangkan strategi yang mempertimbangkan dampak gabungan dari unsur-unsur tersebut. Contoh informasi yang disediakan oleh subsistem bauran terintegrasi adalah peramalan penjualan(sale forecast), yang mempertmbangkan interaksi seluruh unsur-unsur bauran itu.

Tiap subsistem output terdiri dari program-program di dalam koleksi perangkat lunak. Berbagai program ini memungkinkan manajer untuk mendapat informasi dalam bentuk laporan periode dan khusus, simulasi matematika, komunikasi elektronik, dan saran sistem pakar.

Perlu disadari bahwa subsistem-subsistem output mengambil tiap subsistem CBIS yang telah dijelaskan pada Bagian Lima-SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem pakar. Subsistem output dari semua sistem informasi fungsional berisi semua jenis perangkat lunak CBIS.

2. Database

Data yang digunakan oleh subsistem output berasal dari database. Beberapa data dalam database adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.

3. Subsistem Input

Sistem informasi akuntansi mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. Subsistem intelijen pemasaran mengumpulkan informasi dari lingkungan dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran. Subsistem penelitian pemasaran melakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran. Subsistem penelitian pemasaran melakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran untuk tujuan mempelajari kebutuhan konsumen, dan meningkatkan efesiensi pemasaran.

Peran SIP adalah untuk menilai kebutuhan informasi manajer, mengembangkan kebutuhan informasi dan mendistribusikan informasi tersebut tepat wajtu kepada manajer pemasaran. Informasi yang diperlukan, dikembangkan melalui catatan internal perusahaan ( perputaran pesanan ke pembayaran dan system pelaporan penjualan) : aktifitas intelijen pemasaran, riset pemasaran, dan analisis pendukung pemasaran.

Gambar 1.3. Sistem Informasi Pemasaran

Gambar 1.4 Model Sistem Informasi Pemasaran menurut Mc.Leod

Bab III

Penutup

Simpulan

Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan. Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat.

Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi tertentu yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar. Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingannya.

Daftar Pustaka

Basu Swastha D.H. MBA, Manajemen pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta, 1990

Gitosudanno, Indriyo, Manajemen Pemasaran, BPFE Yogyakarta, 1994

Mc. Donald, Malcom H.B. Rencana Pemasaran, Arcan, Jakarta, 1995

Manajemen-Arlina.net/modul sistem pemasaran.pdf

Mie Indomie Jalan Keluarnya

Kost
Makan Mie

Anak kost adalah anak2 yang merantau dari desanya menuju suatu tempat untuk tujuan tertentu, kehidupan mereka emang tak lepas dari kebersamaan, satu rasa satu hati.

Itulah yang terjadi pada kami, 3 orang yang memiliki latar belakang berbeda hidup bersama dalam satu kosan.

Hal yang paling sering terjadi adalah kebangkrutan, jika sudah begini hal yang paling penting adalah berhemat, makan ala kadarnya sesuai dengan kemampuan kantong.

Makan mie Indomie jalan keluarnya, biarpun hanya sebungkus namun nikmatnya gak terhingga, apalagi dimakan bersama-sama sungguh nikmat yang sangat disyukurin.

itulah ceritaku apa ceritamu???

Kelompok 5B

Andika Bimantara (06091003036)

Nur Muslimah (06091003037)

Vina Yuniarti (06091003038)

Noerul Tri Isna Wijaya (06091003039)

Irma Suryani (06091003040)

Dosen Pembimbing

Prof. Dr. M.Djahir Basir, M.Pd

Dwi Hasmidyani, S.Pd, M.Pd

PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA

2011

BAB I

PENDAHULUAN

Penilaian portofolio merupakan bagian dari pembelajaran dan memiliki hubungan yang positif dengan pencapaian ranah kognitif dan afektif. Oleh karena itu, di samping penggunaan instrument jenis lain, penggunaan portofolio cocok untuk menilai pencapaian atau perkembangan siswa dalam pendidikan berbasis kompetensi atau dalam rangka pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Evaluasi hasil pembelajaran lazimnya dilakukan oleh pihak dalam (guru). Akan tetapi mungkin pula evaluasi dilakukan oleh pihak luar (misalnya pemerintah), pihak luar perlu menilai untuk keperluan penentuan mutu dan untuk kriteria penyaringan.

Di samping itu, guru memerlukan dukungan dari pihak luar untuk menentukan ukuran atau standar kompetensi dalam rangka menyesuaikan pembelajarannya dengan kebutuhan masyarakat luas. Pihak dalam perlu mengadakan penilaian untuk membuat keputusan tentang pembelajaran, misalnya dalam hal apa pembelajaran perlu diperbaiki, siswa mana yang memerlukan tambahan bantuan, seberapa jauh hasil pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan dalam pedoman pengembangan kurikulum, perumusan dalam rencana pembelajaran, dan sebagainya. Dengan kata lain, penilaian oleh pihak guru harus menghasilkan tindakan untuk meningkatkan pembelajaran atau hasil belajar.

Portofolio guru merupakan sebuah alat pendidikan (education tool), yang pada umumnya digunakan dalam dua cara. Pertama, portofolio digunakan sebagai tujuan untuk mengevaluasi tentang efektivitas dalam mengajar yang otentik yang dapat diguna kepentingan pemberian lisensi (licensure) atau membuat keputusan tentang ketenagakerjaan (employment decision). Kedua, portofolio guru digunakan untuk kepentingan umpan balik bagi guru yang bersangkutan sehingga dapat meningkatkan pengajaran dan derajat profesinalismenya.

Penilaian portofolio merupakan proses penilaian yang berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan khususnya aspek psikomotor/unjuk kerja peserta didik dalam satu periode tertentu.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Portofolio

1. Pengertian Portofolio

Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Jadi portofolio berarti laporan lengkap segala aktivitas seseorang yang dilakukannnya (Erman S. A. 2003 dalam Nahadi dan Cartono, 2007). Secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Paulson (1991) dalam Nahadi dan Cartono (2007) mendefinisikan portofolio sebagai kumpulan pekerjaan siswa yang menunjukan usaha, perkembangan dan kecakapan mereka dalam satu bidang atau lebih. Kumpulan ini harus mencakup partisipasi siswa dalam seleksi isi, kriteria isi, kriteria seleksi, kriteria penilaian, dan bukti refleksi diri.

Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari uasaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum.

Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian disebut juga ‘portofolio untuk penilaian’ atau ‘portofolio penilaian’.

2. Pengertian Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio merupakan satu metode penilaian berkesinambungan, dengan mengumpulkan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang (Pomham, 1984).

Aspek yang diukur dalam penilaian portofolio adalah tiga domain perkembangan psikologi anak yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

3. Penilaian Portofolio

Portofolio dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai ajektif. Sebagai suatu wujud benda fisik portofolio adalah bundel, yaitu kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel. Misalnya hasil tes awal (pre-test), tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, keterangan melaksanakan tugas terstruktur, hasil tes akhir (post-test) dan sebagainya. Sebagai suatu proses sosial pedagogis, portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik yang berwujud pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill), maupun sikap (afektif). Adapun sebagai suatu ajektif portofolio seringkali dihubungkan dengan konsep pembelajaran atau penilaian yang dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis portofolio atau penilaian berbasis portofolio.

Portofolio

– Sebagai benda fisik (bundle atau dokumen)

– Sebagai suatu proses social

– Sebagai adjective (Pembelajaran portofolio, assesmen portofolio)

Portofolio sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai instrument penilaian atau salah satu komponen dari instrument penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa. Portofolio demikian disebut juga portofolio untuk penilaian atau asesmen portofolio.

Berdasarkan pengertian tentang evaluasi, penilaian, asesmen dan portofolio, maka dapat disimpulkan bahwa asesmen portofolio dalam pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses, hasil pertumbuhan, perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik yang bersumber dari catatan dan dokumen pengalaman belajarnya di dalam suatu pembelajaran. Dalam konteks penilaian, asesmen portofolio juga diartikan sebagai upaya menghimpun kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran, digunakan oleh guru dan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu (Surapranata S dan Hatta M, 2004 dalam Nahadi danCartono, 2007).

Portofolio siswa untuk penilaian atau assesmen portofolio merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:

1. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.

2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan.

3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan.

4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah dalam mata pelajaran yang bersangkutan.

5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran.

6. Penyelesaian soal-soal terbuka.

7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya.

8. Laporan kerja kelompok.

9. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam vidio, alat rekam audio dan computer.

10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.

11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan).

12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa  terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.

13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.

14. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran.

Bagi seorang guru, penilaian portofolio walaupun sedikit lebih rumit tetapi bisa memiliki banyak kegunaan. Seperti misalnya:

1. Mendorong pembelajaran mandiri

2. Memperjelas pandangan mengenai apa yang dipelajari

3. Membantu mempelajari pembelajaran

4. Mendemonstrasikan kemajuan berdasarkan keluaran yang diidentifikasikan

5. Membuat interseksi antara instruksi dan penilaian

6. Memberikan jalan kepada siswa untuk menilai diri mereka sebagai pemelajar

7. Memberikan kemungkinan untuk pengembangan dukungan ‘peer’

8. Mengetahui bagaiman Portofolio dapat memperbaiki proses persiapan

Aspek yang diukur dalam asesmen portofolio adalah tiga ranah perkembangan psikologi anak yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.

1. Prilaku Kognitif

Berdasarkan taksonomi kognitive Bloom, terdapat enam tingkatan kognitif berfikir:

a. Pengetahuan (knowledge): kemampuan mengingat (misal mengingat rumus)

b. Pemahaman (comprehension): kemampuan memahami (menyimpulkan suatu paragraph)

c. Aplikasi (application): kemampuan penerapan (misalnya menggunakan informasi atau pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah).

d. Analisis (analysis): kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil (misalnya menganalisis bentuk, jenis atau arti)

e. Sintesis (synthesis): kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi kesimpulan (misalnya memformulasikan hasil penelitian).

f. Evaluasi (evaluation): kemampuan mempertimbangkan mana yang baik untuk mengambil tindakan tertentu.

2. Prilaku afektif

Mencakup penilaian perasaan, tingkah laku, minat, kesukaan, emosi dan motivasi.

3. Prilaku psikomotorik

Mencakup penilaian keahlian. Penilaian psikomotorik adalah penilaian pembelajaran yang banyak menggunakan praktek seperti agama, kesenian, olahraga, sains dan bahasa, sementara itu untuk mata pelajaran yang tidak terdapat kegiatan praktek, tidak terdapat penilaian psikomotoriknya. Bentuk instrument dan jenis tagihan yang digunakan untuk assesmen portofolio adalah tes tertulis (obyektif dan non-obyektif), tes lisan (wawancara), tes perbuatan (lembar pengamatan), non-tes (angket, kuisioner), dan hasil karya (daftar cek, produk dan laporan.

Dalam mengembangkan dan menerapkan assesmen portofolio dalam pembelajaran, guru harus memahami tentang bagian-bagian portofolio, antara lain:

1. Daftar isi dokumen

Pada halaman depan bundel portofolio tertulis nama peserta didik yang bersangkutan berikut daftar evidence atau dokumen yang ada didalamnya seperti terlihat pada table 1 berikut.

Tabel 1. Portofolio peserta Muhammad Faruq

Tanggal

Nama/jenis evidence

Keterangan tugas

1 November 2005

Lembar kerja peserta didik

Menjelaskan pengertian dan jenis pasar.

15 November 2005

6 Desember 2005

Merangkum karakteristik pasar

Ulangan Harian Ekonomi

Membuat rangkuman

Sistem Pasar

15 Januari 2006

Gambar Siklus jual-beli

Membuat gambar Siklus jual-beli

…dan seterusnya

… dan seterusnya

…dan seterusnya

Sumber: Nahadi dan Cartono, 2007.

2. Isi dokumen

Isi portofolio yang terkadang dinamakan sebagai evidence atau dokumen yang dapat berupa kumpulan atau tugas yang berisi pekerjaan peserta didik (foto, video, audio, penilaian tertulis, penugasan, hasil karya praktek, catatan, disket atau fotocopy) selama waktu tertentu (misalnya satu semester atau satu tahun). Evidence menjadi ukuran seberapa baik tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik telah dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar dan indicator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum.

3. Bundel dokumen

Kumpulan semua dokumen peserta didik baik evidence, work-sheet, maupun lembaran-lembaran informasi dan lembar kerja yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran dimasukkan ke dalam bendel dokumen portofolio. Dokumen-dokumen tersebut ditempatkan dalam satu map atau folder.

B. Prinsip Penilaian Portofolio

Salah satu prinsip pembelajaran adalah “Mulai dari konkret ke abstrak”. Prinsip itu memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi tentang suatu perkara yang dipilihkan oleh guru. Siswa akan terlibat lebih aktif dalam pembelajaran dan penilaian, jika siswa juga ikut memilih hal yang harus dieksplorasi, sesuai dengan minatnya atau gaya belajarnya. Portofolio merupakan tempat bagi siswa untuk secara aktif memilih hal yang dieksplorasi, dan menunjukkan bukti tentang kompetensi siswa, di luar hasil tes. Dengan kata lain, di samping mengaktifkan siswa, portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut serta dalam penilaian atas dirinya.

Berbeda dengan penilaian lainnya, keterlibatan peserta didik dalam asesmen portofolio merupakan sesuatu yang harus dikerjakan. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijakdikan pedoman dalam penggunaan asesmen portofolio di sekolah, antara lain saling percaya, kerahasiaan bersama, milik bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil.

1. Saling percaya

Asesmen portofolio merupakan proses penilaian yang berlangsung dua arah antara guru dan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik lainnya yang harus dibina dengan sinergis. Dalam assesmen portofolio, guru dan peserta didik ataupun antara peserta didik dengan peserta didik lainnya harus merasa sebagai pihak yang saling memerlukan, dan memiliki semangat untuk saling membantu.oleh karena itu, guru dan peserta didik atau antar peserta didik harus saling terbuka dan jujur.

Guru hendaknya seoptimal mungkin menciptakan suasana pembelajaran dan penilaian yang kondusif sehingga peserta didik dapat dengan mudah memperlihatkan kemampuannya secara optimal sesuai dengan harapan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indicator yang dituntut dalam kurikulum.

2. Kerahasiaan bersama

Kerahasiaan bersama peserta didik terhadap evidence merupakan hal yang sangat penting dalam portofolio. Hasil pekerjaan peserta didik secara individu atau kelompok sebaiknya tidak diperlihatkan kepada peserta didik lain atau kelompok lain, sebelum diadakan pameran apalagi yang masih mengandung kelemahan. Hal ini dilakukan agar peserta didik yang memiliki kelemahan tidak merasa dipermalukan. Penjagaan kerahasiaan ini akan memotivasi peserta didik untuk memperbaiki evidence mereka.

3. Milik bersama

Semua pihak, guru maupun peserta didik harus menganggap bahwa semua evidence merupakan milik bersama yang harus dijaga secara bersama-sama. Oleh karena itu, semua dokumen  harus menjadi milik bersama antara guru dan peserta didik. Guru dan peserta didik perlu menyepakati bersama dimana evidence yeng telah dirahasiakan peserta didik akan disimpan. Hal ini akan mempermudah peserta didik untuk menyimpan dan mengambil kembali portofolio mereka.

4. Kepuasan dan Kesesuaian

Hasil akhir portofolio adalah ketercapaian standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Kepuasan semua pihak terletak pada tercapai tidaknya standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang dimanifestasikan melalui evidence peserta didik. Kesesuaian ini akan menjamin ketercapaian kompetensi yang menjadi kriteria keberhasilan belajar peserta didik di sekolah.

5. Penciptaan budaya mengajar

Sebagian orang berpendapat bahwa portofolio adalah metode pengajaran, sedangkan yang lainnya menganggap sebagai salah satu alat penilaian. Sebenarnya antara pengajaran dan assesmen portofolio tidak dapat dipisahkan. Jika dalam mengajar, guru hanya menuntut peserta didik untuk menghafal fakta atau pengetahuan pada taraf yang rendah, maka assesmen portofolio tidak akan bermakna. Asesmen portofolio akan efektif jika proses pembelajaran menuntut peserta didik untuk menunjukkan kemampuan yang nyata yang menggambarkan pengembangan aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan pada taraf tinggi.

6. Refleksi bersama

Asesmen portofolio memberikan kesempatan untuk melakukan refleksi bersama-sama, dimana peserta didik dapat merefleksikan tentang proses berfikir mereka sendiri, pemecahan masalah atau pengambilan keputusan dan mengamati pemahaman mereka tentang kompetensi dasar dan indikator yang telah mereka peroleh. Portofolio secara jelas mencerminkan hasil peserta didik yang dirumuskan dan diidentifikasikan dalam kompetensi dasar dan indikator yang diharapkan dipelajari oleh peserta didik.

7. Proses dan hasil

Asesmen portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan prilaku harian peserta didik mengenai sikapnya dalam belajar. Aspek lain dari asesmen portofolio adalah penilaian hasil, yaitu menilai hasil akhir suatu tugas yang diberikan oleh guru

Dengan demikian maka asesmen portofolio tidak hanya sekedar menilai hasil akhir pembelajaran, melainkan juga perlu memberikan penilaian terhadap proses belajar.

C. Fungsi dan Tujuan Penilaian Portofolio

Portofolio tidak hanya merupakan tempat penyimpanan hasil pekerjaan peserta didik tetapi merupakan sumber informasi untuk guru dan peserta didik. Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata pelajaran kimia serta pertumbuhan kemampuan peserta didik.   Portofolio dapat memberikan bahan tindak lanjut dari suatu pekerjaaan yang telah dilakukan peserta didik sehingga guru dan peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Portofolio dapat berfungsi sebagai alat untuk melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar, perluasan dimensi belajar, pembaharuan kembali proses belajar mengajar dan pengembangan pandangan peserta didik dalam belajar. Portofolio dapat digunakan sebagai alat pengajaran juga sebagai alat penilaian. Asesmen portofolio mengharuskan  peserta didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil kerja mereka.  Dalam hal ini asesmen portofolio dapat dianggap sebagai salah satu alat untuk menilai secara otentik. Dalam penilaian portofolio peserta didik memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk menilai diri sendiri dari waktu ke waktu.

Fungsi penilaian fortopolio adalah sebagai alat untuk mengetahui kemajuan kompetensi yang telah dicapai peserta didik dan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik, memberikan umpan balik untuk kepentingan perbaikan dan penyempurnaan KBM. Kumpulan hasil pekerjaan peserta didik dapat berupa: (1) puisi; (2) karangan; (3) gambar/tulisan; (4) peta/denah; (5) desain; (6) paper; (7) laporan observasi; (8 ) laporan penyelidikan; (9) laporan penelitian; (10) laporan eksperimen; (11) sinopsis;(12) naskah pidato/kotbah; (13) naskah drama;(14) doa; (15) rumus;(16) kartu ucapan; (17) surat; (18 ) komposisi musik; (19) teks lagu; (20) resep masakan.

Asesmen portofolio dapat digunakan sebagai alat formatif dan sumatif. Asesmen portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran mereka sendiri. Portofolio seperti ini difokuskan pada proses perkembangan peserta didik dan digunakan untuk tujuan formatif dan diagnostik. Asesmen portofolio digunakan juga untuk tujuan penilaian sumatif pada akhir semester atau pada akhir tahun pelajaran. Hasil asesmen portofolio sebagai alat sumatif ini dapat digunakan untuk mengisi angka raport peserta didik yang menunjukkan prestasi peserta didik dalam mata pelajaran kimia. Selain itu, tujuan penilaian dengan menggunakan portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat.

Portofolio dalam penilaian dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:

1. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung.

2. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang terbaik.

3. Meningkatkan proses efektivitas pengajaran

4. Bertukar informasi dengan orang tua/ wali peserta didik dan guru lain.

5. Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri secara positif pada setiap peserta didik.

6. Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri.

Menurut Masnur Muchlis (2007) tujuan dilakukan portofolio bagi siswa antara lain sebagai berikut :

1. Untuk penilaian formatif dan dianostik siswa.

2. Untuk monitor perkembangan siswa dari hari kehari, yang berfokus pada proses perkembangan siswa.

3. Untuk memberi eviden (bukti) penilaian formal.

4. Untuk mengikuti perkembangan pekerjaan siswa, yang berfokus pada proses dan hasil.

5. Untuk mengoleksi hasil pekerjaan yang telah selesai, yang berfokus pada penilaian sumatif

D. Jenis-jenis Penilaian Portofolio

Menurut Masnur Muslich (2007), dilihat dari hasil kerja yang dihailkan, portofolio dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Portofolio Perkembangan

Berisi kolekksi artefak siswa yang menunjukan pertumbuhan seorang siswa. Dengan demikian, yang dipajang dalam portofolio perkembangan adalah artefak yang bisa menunjukan pertumbuhan dan perkembngan siswa dari satu tahap ke tahap berikutnya. Artefak ditempatkan dalam urutan kronologis untuk memperlihatkan kemajuan kompetensi yang dicapai siswa.

2. Portofolio Pamer/showcase

Berisi koleksi artefak siswa yang menunjukan hasil karya terbaiknya

3. Portofolio komprehensif

Berisi koleksi artefak seluruh hasil karya siswa. Karya yang dipajang tidak hanya hasil yang terbaik, tetapi semua karya yang pernah dihasilkan siswa.

Evaluasi, asesmen atau penilaian portofolio merupakan suatu bentuk penilaian yang sesungguhnya atau otentik (Collins, 1988 dalam Nahadi dan Cartono, 2007). Hal ini disebabkan karena pada asesmen portofolio sumber informasi yang dijadikan pertimbangan dalam bentuk pekerjaan siswa yang dikoleksi secara sistematis. Dengan demikian perkembangan kemampuan siswa dapat dilihat secara mudah. Sumber informasi berupa hasil pekerjaan siswa dikumpulkan dalam berbagai bentuk diantaranya :

a. Hasil kerja laboratorium dalam wujud laporan hasil kerja.

b. Hasil pelaksanaan tugas oleh peserta didik misalnya buku tugas, buku PR, buku kerja, kliping, foto atau gambar.

c. Hasil ulangan harian atau semester.

d. Penghargaan tertulis misalnya sertifikat mengikuti lomba baik tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, atau provinsi.

e. Daftar kehadiran.

f. Catatan pribadi atau anekdik.

g. Catatan tentang peringatan yangdiberikan guru ketika peserta didik melakukan suatu kesalahan.

h. Audio visual

Dari berbagai jenis asesmen portofolio yang ada, guru dapat mengumpulkannya sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, tingkatan siswa dan jenis kegiatan yang dilakukan. Pada hakikatnya asesmen portofolio dapat dibedakan kedalam dua bentuk yang banyak dikenal dewasa ini, yaitu tinjauan proses (process oriented) dan tinjauan hasil (product oriented). Perbedaan kedua bentuk portofolio tersebut dijelaskan sebagai berikut:

1. Tinjauan Proses

Portofolio proses (process oriented) adalah jenis portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana  perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu. Pendekatan ini lebih menekankan pada bagaiman peserta didik belajar, berkreasi, termasuk mulai dari draf awal, bagaiman proses awal terjadi dan waktu sepanjang peserta didik dinilai. Hal yang diniali mencakup kemampuan awal, proses, dan akhir suatu pekerjaan yang dilakukan peserta didik.

2. Tinjauan Hasil

Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah jenis portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik, tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai evidence itu terjadi. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan merefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai. Dalam beberapa literatur dapat ditemukan bahwa portofolio tampilan (show portofolios) dan portiofolio dokumentasi (documentary portofolios) merupakan contoh portofolio produk.

a. Portofolio penampilan

Portofolio pemampilan (show Portofolios) adalah bentuk yang digunakan evidence terbaik yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. Portofolio bentuk ini dirancang untuk menunjukan evidence peserta didik yangterbaik dalam satu kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil belajar dalam kurun waktu tertentu. Portofolio penampilan sangat berguna untuk penilaian yang bergantung kepada seberapa tepat isi portofolio telahg mengacu pada kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasilbelajar yang telah ditentukan dalam kurikulum.

b. Portofolio dokumentasi

Portofolio dokumentasi (documentary portofolios) adalah bentuk yang digunakan untuk koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian dalam portofolio dokumentasi, hanya evidence peserta didik yang terbaik yang diseleksi yang akan diajukan dalam penilaian. Asesmen portofolio dokumentasi dalam portofolio kimia misalnya, tidak hanya berisi tentang hasil  akhir laporan praktikum peserta didik, tetapi juga berbagai macam draf dan komentar peserta didik terhadap laporannya tersebut. Termasuk proses sampai dihasilkannya laporan praktikum tersebut.

E. Tahapan Pengembangan Penilaian Portofolio

Pengembangan asesmen portofolio dalam pembelajaran bertujuan untuk melengkapi data proses dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Berbagai aspek belajar siswa diharapkan dapat direkam dengan adanya asesmen portofolio, sehingga pada akhirnya siswa mendapatkan keadilan dan posisi yang benar-benar sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Pada umumnya asesmen portofolio terdiri atas beberapa tahapan dalam pengembangannya, yaitu:

1. Penentuan Tujuan Portofolio

Hal yang paling utama dalam asesmen portofolio adalah adanya tujuan (purpose) yang menunjukkan portofolio akan digunakan. Penentuan tujuan penggunaan portofolio sangat penting, mengingat tanpa adanya tujuan, guru maupun peserta didik tidak akan terarah dan cenderung mengerjakan portofolio seadanya. Sebagai contoh, apakah tujuan digunakan portofolio untuk memantau proses pembelajaran (process oriented) atau mengevaluasi hasil akhir (product oriented)? Untuk proses pembelajaran atau alat untuk penilaian? Memantau perkembangan peserta didik atau mengoleksi evidence peserta didik?

Beberapa hal yang sangat penting dalam penentuan tujuan dan pengembangan asesmen portofolio adalah sebagai berikut:

a. Guru harus menentukan tujuan portofolio, apakah guru akan memantau proses pembelajaran atau mengevaluasi hasil akhir jika guru ingin mengevaluasi baik proses maupun hasil evidence peserta didik, mungkin guru akan menggunakan portofolio dokumentasi.

b. Guru harus menetapkan apakah penggunaan portofolio adalah untuk proses pembelajaran atau sebagai alat untuk penilaian.

c. Guru harus menetapkan apakah asesmen portofolio dilakukan dalam rangka memantau perkembangan peserta didik ataukah guru hanya bermaksud mengoleksi evidence peserta didik

d. Guru harus mengembalikan relevansi antara evidencepeserta didik dengan tujuan yang akan dinilai.

e. Guru harus menentukan pihak yang akan menjadi evidence dan untuk apakah portofolio digunakan? Apakah portofolio dugunakan untuk menunjukkan proses pembelajaran yang sedang berlangsung kepada orang tua, penilaian diakhir tahun pembelajaran, diakhir jenjang pendidikan atau untuk memantau sistem pendidikan.

f. Guru harus menentukan seberapa banyak portofolio akan digunakan sebagai bahan penilaian? Akankah portofolio berisi evidence peserta didik yang begitu banyak dan luas atau hanya berisi evidence pilihan saja? Apakah seluruh evidence yang terpilih dapat menunjukkan kompetensi dasar dan atau indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Penentuan tujuan portofolio akan sangat berpengaruh terhadap penggunaan jenis portofolio (asesmen potofolio kerja, dokumentasi atau penampilan). Tujuan utama dilakukannya portofolio adalah untuk menentukan evidence peserta didik dan proses bagaimana evidence tersebut diperoleh sebagai salah satu bukti yang dapat menunjukkan pencapaian belajar  peserta didik, yaitu telah mencapai kompetensi dasar dan indikator sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

2. Penentuan Isi Portofolio

Tahapan berikutnya dalam asesmen portofolio setelah tujuan penilaian ditetapkan adalah menentukan isi portofolio. Pada tahapan ini, isi dan bahan asesmen portofolio harus mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. Isi portofolio harus menunjukkan kemampuan peserta didik yang sesuai dengan apa yang diharapkan pada standar kompetensi, kompetensi dasar, atau indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum.

Beberapa hal yang penting dalam penentuan isi asesmen portofolio adalah sebagai berikut:

a. Guru harus menentukan isi portofolio yang akan dilaksanakannya.

b. Guru harus menunjukkan hubungan antara pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar.

c. Guru harus menentukan banyaknya portofolio yang akan digunakan sebagai bahan penilaian.

d. Guru harus menetukan relevansi antara evidence peserta didik dengan tujuan yang akan dinilai.

e. Guru harus menentukan bagaimana suatu evidence dikerjakan oleh peserta didik sendiri, kerja kelompok, atau pertolongan guru.

Selain hal-hal tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lainnya dalam pemilihan isi portofolio, diantaranya:

a. Siapa yang memilih?

Pihak yang memilih ditentukan oleh tujuan. Apabila tujuan portofolio lebih pada pemberian kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan hasil belajarnya, maka siswa harus diberi kesempatan juga untuk memilih calon isi portofolio. Akan tetapi, apabila portofolio lebih ditekankan pada usaha guru untuk menilai dan memperbaiki hasil pembelajarannya, guru harus menentukan apa saja yang harus disajikan dalam portofolio.

b. Bagaimana memilih?

Ada beberapa cara menentukan butir-butir yang perlu disajikan dalam portofolio. Guru dan siswa harus bekerja sama untuk menentukan butir-butir itu. Dan setelah ada kesepakatan perlu dibuat daftar kategori atau pedoman tertulis.

c. Bagaimana melibatkan siswa?

Siswa perlu menjelaskan secara tertulis, mengapa suatu butir atau topik perlu disajikan dalam portofolio masing-masing. Bila perlu siswa dan guru dapat melakukan diskusi tentang hal tersebut.

d. Bagaimana peranan guru?

Disamping membantu siswa, guru perlu mengambil sampel isi portofolio, terutama dalam rangka memahami cara-cara siswa berpikir, bekerja, bekerja sama dalam kelompok, dan bagaimana pemahaman siswa atas pemahaman materi tertentu berkembang.

e. Bagaiman kriteria eksternal?

Guru atau pihak lain yang menugasi siswa membuat portofolio dapat menggunakan kriteria tertentu untuk mengetahui cara-cara siswa mendekati masalah atau perkara tertentu. Dalam hal demikian, guru dapat mendiskusikan kriteria itu dengan sesama guru atau dengan pihak luar tersebut.

f. Kapan harus dipilih?

Waktu kapan butir-butir dipilih untuk dimasukkan kedalam portofolio tergantung pada tujuan. Apabila hasil yang menjadi tujuan, maka hasil kerja terbaik saja, atau hasil kerja terakhir sajayang perlu dimasukkan ke dalam portofolio. Akan tetapi kalau kemajuan siswa lebih dipentingkan, maka portofolio harus berisi bukti-bukti tentang perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa atau perkembangan sikap siswa.

g. Apa yang perlu dilakukan oleh guru terhadap setiap isi?

Selain menilai, guru sebaiknya memberikan komentar pada setiap butir isi portofolio, baik yang berupa saran peningkatan belajar, maupun yang berupa pujian atas prestasi siswa yang bersangkutan.

Menurut Masnur Meslich (2007), rancangan seleksi portofolio mengarah aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menyusun (konstruksi) portofolio, terutama menyangkut hal-hal berikut:

a. Siapa yang memutuskan apa yang hendak dimasukan ke dalam portofolio?

b. Hasil karya mana yang bersifat wajib dan mana yang pilihan?

c. Siapa yang menyeleksi?

d. Kapan, berapa sering, dan siapa yang menkaji ulang portofolio?

3. Penentuan Kriteria Penilaian

Penilaian portofolio merupakan proses penilaian yang berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan khususnya aspek psikomotor atau unjuk kerja peserta didik dalam satu periode tertentu.

Dalam melakukan penilaian portofolio harus memperhatikan hal-phal berikut :

a. Asli, artinya tugas yang dinilai adalah asli dari peserta didik.

b. Adanya rasa kepercayaan antara guru dan peserta didik,baik dalam proses penilaian maupun menjaga rahasia tentang pengumpulan hasil belajar.

c. Join Ownershif antara guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling memiliki berkas-berkas portofolio.

d. Identitas yang tercantum dalam portofolio sebaiknya berisi keterangan tentang bukti yang mampu menumbuhkan semangat peserta didik untuk lebih meningkatkan kreativitasnya.

e. Adanya kesesuaian antara hasil informasi hasil belajar yang tercantum dalam kurikulum.

f. Penilaian portofolio mencakup penilaian proses dan hasilbelajar.

g. Penilaian portofolio terintegrasi dengan proses pembelajaran.

Model atau teknik penilaian portofolio memerlukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menjelaskan kepada peserta didik bahwa tidak hanya merupakan kumpulan karya/tugas yang dipergunakan oleh guru untuk penilaian,melainkan digunakan juga oleh peserta didik itu sendiri.untuk mengetahui kemampuan,ketrampilan,bakat dan minat yang dimiliki terhadap suatu mata pelajaran.

2. Menentukan bersama antar peserta didik dengan guru terhadap sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat.

3. Kumpulkan dan simpanlah semua portofolio masing-masing peserta didik, dalam satu map folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing sekolah.

4. Berilah identitas waktu dari setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga bisa terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.

5. Sebaiknya tentukan kriteria penilaian sampel portofolio beserta bobotnya dengan peserta didik sebelum mereka membuat karyanya.

6. Seorang guru meminta kepada peserta didik untuk menilai hasil karyanya secara berkesinambungan.

7. Setelah portofolio dinilai dan hasilnya belum memuaskan ,maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaikinya (remedial).

8. Akan lebih baik jika dibuat jadwal untuk membahas protofolio dengan mengundang orangtua atau wali peserta didik untuk menjelaskan betapa pentingnya ortofolio supaya orang tua wali dapat mengetahui perkembangan atau pertumbuhan belajarnya.

Ketika tujuan dan isi portofolio sudah dinyatakan secara jelas, maka tahapan berikutnya adalah menetukan kriteria penilaian. Kriteria penilaian yang akan digunakan dalam portofolio dapat segera dibuat untuk meyakinkan bahwa isi yang akan dimasukkan ke dalam portofolio telah benar-benar mengandung evidence yang diharapkan dalam indikator pencapaian hasil belajar. Kriteria asesmen portofolio sangat bergantung kepad karakteristik kompetensi dasar yang telah ditentukan. Kriteria asesmen portofolio juga sangat bergantung kepada bagaimana cara penilaian dan portofolio yang akan dinilai.

4. Penentuan Format Penilaian

Tahapan berikutnya setelah penentuan kriteria penilaian adalah menentukan format kriteria penilaian. Semua kriteria penilaian dituangkan dalam format penilaian.

Format penilaian yang disajikan dapat digunakan untuk menilai pencapaian kemampuan peserta didik sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Berikut ini adalah contoh format penilaian, kriteria penilaian beserta proses pencapaiannnya dalam mata pelajaran Ekonomi.

Contoh Format penilaian Mata Pelajaran Ekonomi

Kelas X Semester 2

Kompetensi dasar : mendeskripsikan Koperasi Sekolah dan Pengembangannya

Nama Peserta Didik Faris Amir Faisal

Tanggal : 30 Maret 2011

Indikator

Penilaian

1. Menjelaskan pengertian koperasi dan koperasi sekolah

2. Menganalisis pengembangan koperasi sekolah

3. Memahami pergitungan dan pembagian Sisa Hasil Usaha di koperasi tersebut.

Dicapai melalui:

· Pertolongan guru

· Seluruh kelas

· Kelompok kecil

· Sendiri

Komentar orang tua

Kurang baik

Baik

Baik sekali

     
     
     

Komentar guru:

Faris sudah baik dalam menjelaskan pengertian koperasi dan koperasi sekolah, mampu menganalisis pengembangan koperasi sekolah tetapi masih kurang dalam memahami perhitungan dan pembagian Sisa Hasil Usaha di koperasi tersebut.

Komentar siswa:

5. Manfaat Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio memiliki beberapa manfaat diantaranya :

1. Penilaian portofolio dapat memberikan gambaran yang utuh tentang perkembangan kemampuan siswa. Artinya melalui penilaian portofolio, informasi yang didapat bukan hanya sekedar pengetahuan saja, akan tetapi juga sikap dan keterampilan.

2. Penilaian portofolio merupakan penilaian yang autentik. Artinya penilaian portofolio memberikan gambaran nyata tentang kemampuan siswa yang sesungguhnya.

3. Penilaian portofolio merupakan teknik penilaian yang dapat mendorong siswa pada pencapaian hasil yang lebih baik dan lebih sempurna, siswa dapat belajar optimal, tanpa merasa tertekan.

4. Penilaian portofolio dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa, oleh sebab setiap respon siswa dalam proses pembelajaran diberikanreinforcement, dengan demikian siswa akan segera mengetahui kekurangan dan kelebihan dari proses pembelajaran yang dilakukannya.

5. Penilaian portofolio dapat mendorong para orang tua siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran siswa. Hal ini disebabkan setiap perkembangan siswa yang digambarkan melalui hasil kerja siswa, orang tua dimintai komentarnya.

6. Pengamatan dan Asesmen Portofolio

Tahapan berikutnya dalam asesmen portofolio adalah kegiatan mengamati dan menilai evidence yang telah dihasilkan oleh para peserta didik. Artinya, evidence yang dimasukkan ke dalam portofolio harus diamati guru dan dinilai. Penilaian tidak hanya dilekukan oleh guru, tetapi peserta didik juga turut terlibat di dalamnya. Beberapa hal yang sangat penting dlam pengamatan dan penilaian antara lain:

a. Guru harus membedakan antara asesmen portofolio secara individu, kelompok kecil, atau kelompok besar.

b. Guru harus membuat asesmen portofolio sesuai mungkin dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator yang telah ditentukan dalam kurikulum.

c. Guru harus membuat kriteria yang membedakan antara penilaian portofolio untuk kelompok maupun peserta didik secara individu.

d. Guru harus membuat kriteria yang sesuai dengan potensi dasar maupun indikator pencapaian hasil belajar.

e. Guru harus membuat kriteria yang mencakup rentang kemampuan yang jelas mulai dari kemampuan yang kurang sampai kemampuan yang baik dan mudah dikomunikasikan kepada siswa, orang tua dan pihak lain sehingga mereka dapat dengan mudah memahami kriteria yang dimaksud.

f. Kriteria penilaian haruslah terbebas dari perbedaan jenis kelamin peserta didik.

g. Kriteria penilaian harus dapat digunakan oleh siapa saja dan dapat menghasilkan pengertian yang sama untuk evidence yang sama.

7. Koleksi

Apabila semua evidence telah dikerjakan peserta didik  sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum langkah selanjutnya adalah mengkoleksi evidence tersebut. Dalam mengoleksi evidence peserta didik hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh guru antara lain:

a. Memastikan bahwa peserta didik memiliki berkas portofolio.

b. Adanya bahan penilaian baik berupa penghargaan tertulis, lisan, hasil kerja biasa, daftar ringkasan, catatan kerja kelompok, daftar kehadiran, persentase tugas, dan catatan peringatan guru.

c. Pengumpulan bahan dan hasil karya.

8. Seleksi Evidence

Apabila semua peserta didik telah mengkoleksi semua evidence yang telah ditugaskan oleh guru, tahap berikutnya dalam asesmen portofolio adalah seleksi. Dalam tahap ini,peserta didik akan memilih seluruh atau sebagian kolaeksi mereka lalu memilih hasilkarya terbaik untuk dinilai. Proses seleksiini dapt dilakukan oleh peserta didik sendiri, kelompokatau bahkan atas bimbingan guru.

Masing-masing evidence dipilih dan disesuaikan sebagai bahan asesmen portofolio. Banyak sekali hal yang harus diperhatikan yang berkaiatn dengan evidence peserta didik antara lain:

a. Jenis sumber yang digunakan.

b. Banyaknya evidence yang dimasukkan sebagai bahan asesmen portofolio.

c. Seringnya pengumpulan evidence dilakukan.

Proses seleksi evidence peserta didik yang akan dijadikan sebagai bahan asesmen portofolio sangatlah penting dan sangat mempengaruhi hasil penilaian yang dilakukan oleh guru.

Beberapa hal yang harus dilakukan guru dalam hal ini:

a. Guru harus menentukan pihak yang melakukan seleksi terhadap evidence peserta didik.

b. Guru harus menentukan apakah peserta didik harus bekerja sama dengan guru dalam melakukan seleksi evidence peserta didik.

c. Guru harus menentukan cara penyeleksian terhadap evidence peserta didik.

d. Guru harus menentukan proses asesmen portofolio di kelas, termasuk sistem yang digunakan untuk melaksanakan portofolio, kemungkinan pihak yang memiliki akses ke portofolio.

e. Guru harus menentukan cara-cara pemilihan evidence peserta didik, khususnya dalam rangka meningkatkan reflesid diri dan penilaian diri.\

f. Guru harus mengembangkan prosedur untuk menyeleksi evidence peserta didik.

9. Refleksi

Refleksi (reflection) adalah proses yang paling penting dalam asesmen portofolio. Tahapan ini membedakan dengan jelas antara portofolio dengan sekedar koleksi. Pada tahap refleksi, kepada peserta didik ditanyakan alasan mengapa mereka memilih evidence tertentu untuk dinilai, bagaimana membandingkan antara satu evidence yang dipilih dengan yang tidak dipilih, kemampuan dan pengerahuan khusus apa yang digunakan untuk memilih dan menghasilkan evidence tertentu, dan dimana atau kapan mereka dapat meningkatkan kemampuannya sebagai peserta didik. Hal yang terpenting pada tahapan ini adalah peserta didik harus aktif dalam penilaian. Peserta didik dapat melakukan pengawasan secara langsung pada kualitas kemampuan mereka dan mengenal secara jelas peningkatan yang diperlukan. Berikut ini adalah contoh format refleksi.

Format Refleksi dalam Mata Pelajaran Ekonomi

Nama Siswa                            :

Tanggal                                   :

No. Hasil Karya                      :

Mata Pelajaran                        :

Guru yang mengesahkan         :

Deskripsi/uraian Evidence

Dengan cara apa evidence terbaikmu dihasilkan?

…………………………………………………………………………

Dari daftar kemampuan yang terdapat pada checkliszt, identifikasi kompetensi dasar atau indikator yang kamu gunakan untuk menghasilkan evidence yang kamu ajukan ini.

…………………………………………………………………………

Dari daftar kemampuan yang terdapat pada checkliszt, kompetensi dasar atau indikator manakah yang dapat kamu tingkatkan?

…………………………………………………………………………

10. Koneksi

Tahapan paling akhir dalam asesmen porofolio adalah koneksi. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan koneksi yaitu pertama koneksi antara yang siswa hasilkan dengan tujuan pembelajran dan kedua antara siswa dengan dunia luar kelas. Hubungan anrata portofolio peserta didik dengan tujuan pembelajaran dapat menunjukkan bagaimana mereka menuangkan pengetahuan dan kemampuannya. Pada tahap ini peserta didik diajak untuk mengenal dirinya sendiri. Dengan koneksi ini diharapkan siswa memahami kurikulum lebih mendalam. Mereka akan menilai posisinya dalam tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Hubungan antara portofolio peserta didik dengan dunia luar, di luar kelas, ditujukan untuk memperlihatkan evidence mereka pada dunia luar. Banyak program portofolio yang berhasil dengan cara memperlihatkan evidence peserta didik kepada dunia luar seperti kelompok guru, orang tua, masyarakat atau komunitas lain.  

11. Pelaporan Asesmen Portofolio

Dalam pengembangan asesmen portofolio, guru biasanya melakukan pemantauan kemajuan peserta didik dengan membandingkan portofolio terhadap peta kemampuan pengetahuan dan pemahaman yang harus dicapai dalam standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang terdapat didalam kurikulum. Asesmen portofolio bukan merupakan sistem penilaian satu-satunya sehingga harus dikombinasikan juga dengan bentuk penilaian yang lain. Dalam penerapan asesmen portofolio sangat diperlukan kejujuran dan objektivitas yang konsisten dari semua pihak, baik guru, orang tua, maupun pihak lain.

Asesmen portofolio lebih menekankan pada penilaian proses dan hasil sehingga hasil asesmen portofolio hendaknya memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam kegiatan pembelajaran untuk mengadakan negosiasi mengenai pola pembelajaran dan pendewasaan siswa. Oleh karena itu, asesmen portofolio dituntut memberikan informasi secara menyeluruh mengenai:

a. Perkembangan pemahaman dan pemikiran peserta didik dalam kurun waktu tertentu tentang standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

b. Evidence peserta didik yang berkaitan dengan bakat dan keterampilan khusus.

c. Evidence peserta didik selama periode dan kurun waktu tertentu.

d. Refleksi nilai-nilai peserta didik sebagai individu baik segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

Hasil asesmen portofolio pada umumnya dapat berbentuk skor, grafik atau deskriptif. Pekerjaan guru selanjutnya adalah membuat suatu rumusan bagaimana skor itu akan dianalaisis dan ditafsirkan sehingga kesimpulan akhir tentang kemampuan peserta didik sudah merupakan nilai keseluruhan berbagai aspek. Guru harus menempatkan peserta didik dalam peta kemampuan dengan memberi bobot tertentu serta bagaimana membuat kesimpulan akhir yang bersifat komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Laporan hasil belajar dibuat dalam peta perkembangan yang memuat deskripsi dan uraian perkembangan kompetensi dasar, hasil belajar, atau indikator hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum. Peta kemampuan dapat digunakan guru untuk memantau kemampuan belajara peserta didik. Kemampuan hasil belajar bertujuan untuk:

a. Acuan bagi guru dalam memantau perkembangan belajar peserta didik.

Peta kemampuan harus dibuat berdasarkan data yang akurat, yang menggambarkan kemampuan yang kompleks untuk dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan peserta didik.

b. Acuan bagi guru dalam mengestimasi pencapaian.

Estimasi pencapaian pengetahuan siswa diperoleh berdasrkan bukti nilai tugas portofolio yang telah dikerjakan. Dalam melakukan estimasi, guru harus memperhatikan kualitas dan akurasi seluruh evidence yang telah dikerjakan peserta didik dan dinilai.

12. Kelebihan dan Kelemahan Penilaian Portofolio

Ada beberapa kelebihan dari Penilaian Portofolio :

a. Menunjukkan evaluasi diri siswa, refleksi, dan pemikiran kritis.

b. Mengukur Kinerja dasar berdasarkan contoh original pekerjaan siswa.

c. Memberikan fleksibilitas dalam mengukur bagaimana siswa mencapai tujuan.

d. Memungkinkan guru dan siswa berbagi tanggung jawab dalam menentukan tujuan belajar  dan untuk evaluasi kemajuan.

e. Memberikan kemungkinan bagi siswa untuk mendapatkan masukkan yang ekstensif dari proses pembelajaran.

f. Memfasilitasi pembelajaran kooperatif, termasuk evaluasi ‘peer’ dan tutoring.

g. Memungkinkan pembentukan struktur pembelajaran bertahap.

h. Memungkinkan guru dan siswa untuk mendiskusikan tujuan pembelajaran dan kemajuan dalam dialog yang terstruktur maupun tidak.

i. Memungkinkan pengukuran kemajuan siswa multi dimensi dengan memasukkan berbagai tipe data dan material.

Kelemahan diantaranya :

a. Memerlukan waktu dan kerja keras.

b. Penilaian portofolio memerlukan perubahan cara pandang.

c. Penilaian portofolio memerlukan perubahan gaya belajar.

d. Penilaian portofolio memerlukan perubahan sistem pembelajaran.

13. Perbedaan Penilaian Tes dengan Portofolio

No

Tes

Portofolio

1.

Tes biasanya dilakukan untuk menilai kemampuan intelektual siswa melalui penguasaan materi pembelajaran

Penilaian portofolio menilai seluruh aspek perkembangan siswa baik intelektual, minat sikap, dan keterampilan.

2.

Guru berperan sangat dominan dalam proses penilaian sedangkan siswa berperan sebagai orang yang dinilai.

Peserta didik terlibat dalam proses penilaian dengan menilai dirinya sendiri mengenai kemampuan beserta dalam perkembangannya

3.

Kriteria penilaian ditentukan satu untuk semua

Kriteria penilaian ditentukan sesuai dengan kriteria siswa.

4.

Keputusan berdasarkan penilaian ditentukan sendiri oleh guru.

Proses penilaian beserta pengambilan keputusan dilakukan dengan cara kolaboratif antara guru, siswa, dan orang tua.

5.

Peni penilaian dilakukan dengan berorientasi pada pencapaian hasil belajar.

Penilaian berorientasi pada kemajuan, usaha yang dilakukan siswa termasuk pencapaian hasil belajar.

6.

Penilaian merupakan kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran

Penilaian merupakan bagian integral dari proses pembelajaran.

7.

. Pe penilaian melalui tes biasanya dilakukan pada akhir program pembelajaran.

Penilaian portofolio dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

BAB III

PENUTUP

Portofolio merupakan catatan atau kumpulan hasil karya siswa yang didokumentasikan secara baik dan teratur. Portofolio ini digunakan dalam sistem penilaian, yang dikenal sebagai asesmen portofolio. Asesmen portofolio adalah suatu upaya menghimpun kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran, digunakan oleh guru dan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.

Prinsip-prinsip yang berlaku dalam asesmen portofolio adalah kepercayaan, kerahasiaan, milik bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil. Asesmen portofolio digunakan untuk mengetahui perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran, sebagai feedback bagi guru juga bagi peserta didik untuk melakukan perbaikan selanjutnya dan sebagai media untuk laporan pada orang tua. Portofolio memiliki bentuk dan jenis yang beragam, sehingga guru dapat mengumpulkannya melalui banyak cara sesuai dengan tujuan, cara yang akan dipakai, tingkatan siswa atau jenis kegiatan yang dilakukan. Adapun tahapan dalam asesmen portofolio antara lain, penentuan tujuan portofolio, penentuan isi, penentuan kriteria penilaian, penentuan format penilaian, pengamatan dan penilaian portofolio, koleksi, seleksi evidence, refleksi, koneksi dan pelaporan penilaian portofolio. Contoh-contoh portofolio yang menjadi bahan penilaian adalah portofolio laporan eksperimen, makalah untuk dipresentesikan, tugas-tugas individu atau kelompok (tugas-tugas yang dikerjakan siswa, jawaban siswa atas pertanyaan guru, catatan hasil observasi guru, catatan hasil wawancara guru dengan siswa, laporan kegiatan siswa dan karangan yang dibuat siswa).

Daftar Pustaka

http://afifabdul.blogspot.com/2010/12/penilaian-portofolio.html

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2089180-penilaian portofolio/#ixzz0EHwEbth0

Muslich Mansur. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual.Jakarta:Bumi Aksara.2009

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

clip_image002

Definisi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM)

Sumber daya manusia menurut Gomes (2000) adalah salah satu sumber daya yang ada dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas.

Sumber daya manusia menurut Hasibuan (2002) adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.

Sistem yang menyediakan informasi mengenai SDM perusahaan adalah sistem informasi sumber daya manusia atau HRIS (human resource information system). Nama system manajemen sumber daya manusia (human resource management system) atau HRMS juga semakin banyak digunakan. (MC leod : 44)

HRIS merupakan sistem informasi untuk mendukung kegiatan-kegiatan manajer di fungsi sumber daya manusia. Fungsi ini dulunya bernama fungsi department personalia sekarang diubah namanya menjadi fungsi SDM untuk menunjukan bahwa manusia didalam organisasi adalah sumber daya ekonomis yang penting. (Jogiyanto HM , 2005: 249).

Pengertian menurut wikipedia.com, yang dimaksud sumber daya manusia adalah sebuah bentuk interseksi atau pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-aktivitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan atau enterprise resource planning (ERP). Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal. Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya.

Sistem informasi sumber daya manusia adalah sistem terintegrasi yang menyediakan informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan sumber daya manusia. ( Prof. Dr. Hj. Soedarmayanti, M.Pd, APU ).

Sistem informasi sumber daya manusia (SISDM) atau human resources information system (HRIS) adalah program aplikasi komputer yang mengorganisir tata kelola dan tata laksana manajemen sumber daya manusia di perusahaan guna mendukung proses pengambilan keputusan atau biasa disebut dengan decision support system dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan.

Dalam sistem informasi sumber daya manusia (SISDM) mempunyai dua tujuan utama dalam organisasi antara lain : Untuk meningkatkan efisiensi, dimana data karyawan dan aktivitas sumber daya manusia digabungkan menjadi Satu Agar supaya lebih strategis dan berhubungan dengan perencanaan sumber daya manusia Ditinjau dari manfaatnya sistem informasi sumber daya manusia mempunyai manfaat dalam organisasi yaitu otomatis dalam sistem penggajian dan aktivitas tunjangan. Dengan sistem informasi sumber daya manusia, catatan waktu karyawan dimasukan dalam sistem, dan pengurangan yang sesuai dan penyesuaian karyawan lainnya akan tercermin dalam pengecekan gaji terakhir. Untuk dapat merancang dan menghasilkan suatu sistem informasi sumber daya manusia ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : Informasi apa yang tersedia dan informasi apa yang dibutuhkan mengenai orang-orang dalam organisasi? Apa kegunaan informasi tersebut? Siapa yang membutuhkan informasi tersebut? Serta kapan dan seberapa sering informasi tersebut dibutuhkan? Selanjutnya kegunaan sistem informasi sumber daya manusia dapat digunakan pada : Perencanaan dan analisis sumber daya manusia (SDM) Keseteraan dan pekerjaan Kepegawaian Pengembangan SDM Kompotensi dan tunjangan Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Hubungan karyawan dan buruh Peningkatan secara dramatis dalam penggunaan internet telah membangkitkan , baik kemungkinan maupun kekhawatiran professional sumber daya manusia, terutama ketika membangun intranet dan ekstranet. Internet adalah sebuah jaringan organisasional yang beroperasi melalui internet.Sedangkan entranet adalah jaringan terhubung dengan internet yang memberikan karyawan akses pada informasi yang disediakan oleh eksternal diantaranya Papan Buletin, Akses Data, Swalayan Karyawan dan Hubungan yang diperpanjang. (Website Resmi | Dinas Kesehatan Kab Bone Bolango | Provinsi Gorontalo. Wednesday, 28 May 2008)

clip_image004Karakteristik informasi yang dipersiapakan

dalam Sistem Informasi Sumberdaya

Manusia adalah:

1. Timely (tepat waktu)

2. Accurate (akurat)

3. Concise (ringkas)

4. Relevant (relevan)

5. Complete (lengkap)

Manajer dalam suatu perusahaan memerlukan informasi yang memiliki karakteritik di atas dalam rangka mengambil suatu keputusan (a decision making).

Fungsi Sistem Sumber Daya Manusia dan Penempatannya

Fungsi sumber daya manusia memiliki empat kegiatan utama yaitu:

1. Perekrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring). Sumber daya manusia membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan. Sumber daya manusia selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.

2. Pendidikan dan Pelatihan. Selama periode kepegawaian seseorang, sumber daya manusia dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untukmeningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.

3. Manajemen Data. Sumber daya manusia menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.

4. Penghentian dan Admistrasi Tunjangan. Selama seseorang diperkerjakan oleh perusahaan mereka menerima paket tunjangan. Setelah penghentian, sumber daya manusia mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.

                   
 

perekrutan

 

penerimaan

 

Pendidikan dan pelatihan

 

Penghentian

 

Administrasi

tunjangan

clip_image005clip_image006clip_image007clip_image008clip_image009.

 
  clip_image010

clip_image011

Gambar 1.1 Fungsi Sumber Daya Manusia Memudahkan Arus Sumber Daya Personil

Evolusi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem personalia awal menempatakan data pegawai dalam map yang ditampatkan pada departemen personalia. Saat departemen memperoleh mesin Punched Card, file dipindahkan ke departemen pengolahan data dan dikonversikan ke bentuk punched Card. Saat komputer menggantikan mesin Punched Card , data pegawai dikonversikan ke pita dan piringan magnetik.

Pengaruh Peraturan Pemerintah

Rangsangan untuk menaikkan status data personil diberikan oleh peraturan pemerintah seperti EEO (Equal Employment Opportunity), OSHA (Occupational Safety and Health Administration), dan AAP (Affirmative Action Program) yang diberlakukan selama tahun 1960-an dan 1970-an.perusahaan diharuskan untuk menyediakan statistik bagi pemerintahan nasional yang menunjukkan sampai sejauh mana praktek personalia perusahaan sesuai dengan undang-undang itu. Perusahaan segera mengerti bahwa mereka tidak dapat mengejar persyaratan pwlaporan yang meningkat tanpa bantuan sistem berbasis komputer.

Manajemen puncak perusahaan mulai mengalokasikan sumber daya tambahan bagi pengembangan sistem personalia berorientasi informasi (Information Oriented Personel System). Sistem baru dikembangkan oleh spesialis informasi dari jasa informasi, bekerja sama dengan pemakai di bagian dumber daya manusia.

Pengaruh dari Komputer Mikro

Saat komputer mikro muncul, SDM mulsi memasangnya dalam areanya. Beberap digunakan secara berdiri sendiri (Stand Alone), beberapa dibuat jaringan untuk membentuk LAN, dan beberapa dihubungkan dengan fasilitas komputer sentral perusahaan. Beberapa organisasi SDM bahkan memasang komputer mikro bahkan mainframe mereka sendiri.

Komponen Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Komponen sistem informasi sumber daya manusia terdiri dari sistem input dan output sumber daya manusia, serta database sumber daya manusia.

 
  clip_image012

1. Sistem input sumber daya manusia

Sistem ini terdiri dari tiga bagian yaitu dua bagian untuk mendapatkan data internal dan satu bagian untuk mendapatkan data eksternal.

1. Sumber data internal dapat terdiri dari dua bagian yaitu :

a. Data keuangan yag dapat diambil dari basis data akuntansi. Sistem SIA (Sistem Informasi Akuntansi) menyediakan data akuntansi bagi HRIS sehingga database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil baik keuangan maupun non keuangan. Contoh elemnen akuntansi adalah upah per jam, gaji bulanan, pendapatan kotor saat ini, dan pajak penghasilan tahun berjalan. SIA menyadiakan data akuntansi bagi HRIS sehingga database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil keuangan dan non-keuangan. Keterlibata SDM dalam aplikasi penggajian dalam bentuk penyediaan proses dan data pendukung bagi SIA.

b. Data sumber daya manusia non-keuanagan dapat diperoleh melalui penelitian SDM. Sistem penelitian sumber daya manusia bergfungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus. Contohnya:

a) Penelitian Suksesi (Succession Study) dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang dalam perusahaan yang merupakan calon bagi posisi yang akan tersedia. Mungkin seseorang kepala departemen akan pensiun, dan manajemen puncak ingin mengetahui siapa yang dapat dipertimbangkan untuk dipromosikan ke jabatan itu,

b) Analisis dan Evaluasi Jabatan (Job Analysis and Evaluation) mempelajari setiap jabatan dalam suatu area untuk menentukan lingkup dan mengidentifikasikan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan,

c) Penelitian Keluhan (Grievance Studies) membuat tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan pegawai untuk berbagai alasan. Data dari riset ini umumnya diperoleh malalui observasi dan wawancara langsung dengan responden survey daftar pertanyaan. Data riset ini misalnya adalah data yang diperoleh dari studi suksesi, harapan karyawan, job analysis, kebutuhan tenaga kerja, identiikasi pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan tetentu, keluhan karyawan dan sebagainya.

2. Sumber data eksternal disebut dengan human resource intelligent data. Sistem ini mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan luar perusahaan. Elemen lingkungan yang menyediakan data ini meliputi pemerintah, pemasok, serikat pekerja, masyarakat global, masyarakat keuangan dan Pesaing.

a. Intelijen Pemerintah. Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.

b. Intelijen Pemasok. Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan peneriamaan.

c. Intelijen Serikat Pekerja. Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan. Data serikat pekerja yang dibutuhkan misalnya kontrak-kontrak kerja dengan serkat pekerja. Data pemerintah berupa aturan-aturan pemerintah tentang ketenagakerjaan misalnya upah minimum regional dan tunjangan hari raya. Sumber data lulusan universitas dapat dilakukan dengan menghubungkan system informasi SDM dengan situs alumni universitas-universitas yang ada. Sumber data bursa tenaga kerja dapat diperoleh dari agen-agen penyedia tenaga kerja.

d. Intelijen Masyarakat Global. Masyarakat global menyediakan imnformasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan, pendidikan, dan rekreasi. Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal, nasional dan internasional, dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.

e. Intelijen Masyarakat Keuangan. Masyarakat keuangan memberikan data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perncanaan personil.

f. Intelijen Pesaing. Dalam industri tertentu yang memerlukan pengetahuan dan keahlian yang sangat khusus, seperti industri komputer, sering terjadi perpindahan pegawai dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Beberapa perusahaan memandang pesaing mereka sebagai sumber pegawai baru yang baik, dan mengumpulkan informasi mengenai praktek personalia pesaing, dan mungkin informasi perorangan yang berpotensi untuk direkrut.

2. Sistem output sumber daya manusia

a. Bentuk dasar Output

Pemakai HRIS biasanya menerima output dalam bentuk laporan periodik dan jawaban atas database queries. Model matematika digunakan dalam beberapa hal, dan ada yang menggunakan sistem pakar.

b. Perangkat lunak HRIS

Perangkat lunak sistem output yang digunakan oleh perusahaan HRSP kadang berbentuk siap pakai (Prewritten) yang dibeli dari pemasok perangkat lunak, atau kadang dikembangkan sendiri oleh perusahaan. Lebih banyak perangkat lunak pesanan (custom) yang dikembangkan bersama oleh sumber daya manusia dan jasa informasi daripada oleh SDM atau jasa informasi sendiri, dan tampaknya sedikit yang diproduksi oleh perusahaan luar.

Enam macam kelompok output dapat dihasilkan oleh sistem informasi sumber daya manusia, yaitu;

a. Informasi-informasi tentang perencanaan tenaga kerja, merupakan yang dibutuhkan oleh para menejer atas untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang. Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran tenaga kerja dan perencanaan tenaga kerja itu sendiri. Tabel di bawah ini mendaftarkan aplikasi dalam subsistem alam urutan berdasarkan jumlah perusahaan yang telah menggunakannya. Tabel ini juga mengidentifikasikan jumlah perusahaan yang dalam proses penerapan aplikasi tersebut, angka pada bagian bawah tabel menunjukkan persentase perusahaan yang memiliki aplikasi operasional. Persentase ini memberikan petunjuk popularitas relatif dari subsistem. Semua subsistem output akan mengikuti format tabel seperti ini

Tabel 1

Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Aplikasi

Perencanaan Angkatan Kerja

Nama Aplikasi

Sedang digunakan

Sedang dikembangkan

Pembuatan Bagan Organisas

238

58

Peramalan Gaji

237

47

Analisis/evaluasi Jabatan

176

66

Perencanaan6861pemodelan kerja

66

29

Total

785

261

Persentase aplikasi yang sedang digunakan : 75

Dari tabel diatas, kita dapat melihat bahwa aplikasi perencanaan angkatan kerja yang paling populer adalah pembuatan bagan organisasi, peramalan gaji, dan analisis atau evaluasi kerja. Sebagian besar usaha pengembangan tertuju pada analisis atau evaluasi kerjam perencanan dan pembuatan bagan organisasi. Dari semua aplikasi, dua yang paling sedikit diperhatikan, perencanaan dan pemodelan angkatan kerja, nampaknya mendasar bagi perencanaan angkatan kerja. Penggunaan kedua hal ini yang rendah secaara relatif menunjukkan bahwa masih banyak tempat untuk pengembangan aplikasi dalam subsistem ini.

b. Informasi tentang pengadan tenaga kerja atau rekruitmen merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secara eksternal dan internal. Informasi ini diantaranya adalah informasi pasar tenga kerja, penjadwalan wawancara, perekruitan, dan analisis rekruitmen. Tabel di bawah ini mengidentifikasikan dua aplikasi perekrutan. Dari segi jumlah aplikasi perekrutan. Dari segi jumlah aplikasi, merupakan subsistem output terkecil. Namun, penelusuran pelamar telah diterapkan secara ekstensif dan juga merupakan kegiatan pengembangan yang tinggi. Penelusuran pelamar kerja sebelum mereka dipekerjakan lebih banyak dipraktekkan daripada melakukan pencarian internal untuk menemukan calaon pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa usaha perusahaan untuk mengisi lowogan kerja lebih difokuskan pada lingkungan daripada pegawai yang ada.

Tabel 2

Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Aplikasi Perekrutan

Nama Aplikasi

Sedang digunakan

Sedang dikembangkan

Penelusuran Pelamar

235

98

Pencarian internal

111

56

Total

346

154

Persentase aplikasi yang sedang digunakan: 69

c. Informasi-informasi tentang pengelolaan tenaga kerja, merupakan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola sumber daya manusia didalam organisasi. Informasi-informasi meliputi informasi-informasi pelatihan, penilaian atau evalusi kerja, avaluasi keahlian, karier, reolokasi jabatan, suksesi, kedisiplinan. Dalam hal jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem terbesar, dengan tujuh aplikasi terdaftar pada tabel di bawah ini. Namun dalam hal persentase aplikasi yang digunakan, manajemen angkatan kerja di urutan terakhir. Hanya dua pertiga dari perusahaan HRSP yang menggunakan aplikasi ini. Angka-angka “ sedang digunakan” jelaslah bahwa hanya penilaian kerja dan pelatihan yang mendapat dukungan kuat.namun, terdapat cukup usaha pengembangan yang sedang berlangsung, pada pengendalian posisi, keahlian/ kompetensi, pelatihan dan suksesi.

Tabel 3

Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Aplikasi

Angkatan Kerja

Nama aplikasi

Sedang

digunakan

Sedang dikembangkan

Penilaian Kinerja

244

60

Pelatihan

216

102

Pengendalian Posisi

177

108

Relokasi

121

33

Keahlian/ kompetensi

115

107

Suksesi

110

102

Pendisiplinan

63

39

Total

1.046

551

Persentase aplikasi yang sedang digunakan : 65

d. Informasi-informasi tentang kompensasi meliputi informasi tentang penggajian dan kompensasinya yang meliputi kehadiran dan jam kerja, perhitungan gaji dan bonus, analisis kompensasi dan perencanaan kompensasi. Tiga subsistem terakhir menunjukkan area HRIS yang paling berhasil, dengan beragam aplikasi dan persentase penggunaan sekitar 80 %. Aplikasi kompensasi telah dicapai pada tingkat tertinggi seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Aplikasi peningkatan penghargaan telah diterapkan lebih luas daripada aplikasi HRIS lain – di 404 dari 503 perusahaan HRSP. Semua aplikasi lain juga menikmati tingkat penerapan yang tinggi. Kehadiran satu-satunya area yang paling besar usaha pengembangannya. Mungkin salah satu alasan popularitas berbagai aplikasi ini adalah mereka mudah diterapkan. Mereka semua berbau “gaji” dan gaji mungkin merupakan aplikasi komputer yang paling mapan dalam bisnis. Walau SDM telah menyerahkan gaji pada SIA di banyak perusahaan, jelaslah bahwa banyak pemrosesan yang masih dilakukan.

Tabel 4

Jumlah Perusahaan yang menggunakan Aplikasi Kompensasi

Nama Aplikasi

Sedang

digunakan

Sedang

dikembangkan

Peningkatan Penghargaan

404

36

Gaji

389

21

Kompensasi Eksekutif

273

39

Insentif Bonus

230

31

Kehadiran

191

69

Total

1.487

196

Persentase aplikasi yang sedang digunakan : 88

e. Informasi-informasi tentang benefit yang diterima oleh karyawan. Benefit berbeda dengan komepensasi. Kompensasi lebih insentif yang dihubungkan dengan kinerja karyawanya, sedangkan benefit lebih ke manfaat tambahan yang diterima karyawan seperti dana pensiun. Pensiun diperusahaan dapat berupa defined contribution (perusahaan member kontribusi misalnya menambah 10% dari gaji untuk tambahan pensiun diberikan langsung ke karyawan), defined benefit (perusahaan menyediakan dana tiap bulannya disimpan di dana pensiun dan akan diterima karyawan jka mereka pensiun) atau profit sharing (karyawan menerima persentasi dari laba perusahaan) Aplikasi benefit telah diterapkan dalam skala besar, dengan enam aplikasi terpisah dan 84% tingkat penggunaan. Tabel berikut menggambarkan jumlah perusahaan yang sangat bergantung pada unit SDM untuk menyediakan paket benefit yang baik bagi pemakai yang masih bekerja maupun yang telah pensiun.

Tabel 5

Jumlah Perusahaan yang Menggunakan Aplikasi Benefit

Nama Aplikasi

Sedang

digunakan

Sedang

dikembangkan

Defined contribution

275

28

Defined Benefits

270

47

Benefit Statement

234

57

Flexilble Benefits

195

55

Pembelian Saham

149

16

Pemrosesan Klaim

88

11

Total

1.211

224

Persentase aplikasi sedang digunakan : 84

f. Informasi-informasi tentang lingkungan kerja. Informasi ini berhubungan dengan keluhan-keluhan, kecelakaan selama kerja, kesehatan karyawan dan lingkungan kerjanya. Berbagai aplikasi ini membuat HRIS tetap berjalan, pelaporan kebijakan dan praktek personalia perusahaan kepada pemerintah. Tabel berikut menunjukkan dua aplikasi EEO (Equal Employement Opportunity) yang diterapkan secara luas, dilengkapi dengan informasi lain yang ditujukan langsung untuk pemerintah maupun serikat pekerja. Berbagai aplikasi ini ditujukan untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada pihak yang berkepentingan di luar perusahaan, bukan kepada manajemen.

Tabel 6

Jumlah Perusahaan yang Menggunakan

Aplikasi Pelaporan Lingkungan

Nama Aplikasi

Sedang

digunakan

Sedang

dikembangkan

Catatan EEO

402

43

Analisis EEO

352

47

Peningkatan Serikat Pekerja

165

13

Catatan Kesehatan

102

41

Catatan Beracun

80

32

Keluhan

66

31

Total

1.167

207

Persentase aplikasi yang sedang digunakan: 85

3. Database Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Meningkatnya kerumitan masakah yang berhubungan dengan personil, disebabkan oleh banyaknya peraturan pemerintah fan meluasnya pilihan benefit, membuat penyimpanan data dalam komputer sebagai suatu keharusan. Bagi database SDM berbasi komputer , tersedia beberapa alternatif dalam hal isi. Lokasi dan manajemen pemasukan data.

1. Isi database

HRIS dapat berisi data yang menjelaskan tidakhanya pegawai, tetapi juga organisasi dan perorangan di lingkungan perusahaan. Elemen-elemen lingkungan mempengaruhi sumber daya manusia dalam beberapa cara.

a. Data pegawai,kebanyakan database berisi data yang berhubungan dengan pegawai perusahaan yang ada. Di 82,5% perusahaan HRSP yang menjawab survei 1990-91, data pegawai merupakan satu-satunya data yang disimpan, tetapi untuk tiap peagawai dapat tersimpan ratusan elemen data.

b. Data non-pegawai, ketika diminta untk menjelaskan data non-pegawai dalam database mereka, 8% responden HRSPmengidentifikasikan data yang menjelaskan organsisasi di lingkungan perusahaan seperti agen tenaga kerja, akademi dan universitas, serikat pekerja dan pemerintah. Juga diidentifikasikan data yang menjelaskan perorangan seperti pelamar, tanggungan, keuntungan dan pegawai yang masih bertahan.

2. Lokasi database

Dalam perusahaan HRSP, sebagian besar database HRIS ditempatkan pada komputer sentral perusahaan, tetapi yang lain berada di SDM, pada divisi operasi lai, dan diluar pusat pelayanan.

3. Perangkat lunak manajemen

Unit HRIS telah menerapkan sistem manajemen database (DMBS) untuk mengelola database HRIS mereka. Pada tabel di bawah ini mendaftarkan DBMS yang populer, seperti yang dilaporkan pada peneitian HRSP. Tiga sistem teratas semuanya digunakan di mainframe, dan popularitas mereka mempertegas peran kunci yang dimiliki oleh sistem besar seperti pada HRIS. Walau IMS merupakan salah satu DBMS pertama, IMS tetap populer karena kemampuannya menangani data berjumlah besar. FOCUS digunakan lebih untuk pengambilan data daripada manajemen data. DB2 merupakan database relasional mendapat dukungan diakhir 1980-an, dBAse adalah sistem berbasi komputer mikro yang paling populer. 194 sistem yang terdapat kategori ”lain-lain” menunjukkan beragamnya jenis perangkat lunak database yang dipilih oleh SDM untuk digunakan

4. Database

Data dimasukkan ke dalam database dari beberap sumber, menurut penelitian HRSP. Non-manajer dalam SDM adalah sumber paling populer (86,9%), diikuti oleh non-manajer diluar SDM (36,1%), manajer dalam SDM (30,8%), dan manajer diluar SDM (7,8%). Pemasukkan data dari lingkungan relatif jarang hanya dilaporkan oleh sekitar 24,2% perusahaan.

File-file basis data sumber daya dibentuk oleh tiga sumber input yaitu data eksternal sumber daya manusia, data internal riset sumber daya manusia dan data internal keuangan sumber daya manusia (dari system informasi akuntansi) sebagai berikut

Nama file basis data

sumber daya manusia

Sumber data

Peraturan pemerintah

Kontrak serikat pekerja

Lulusan universitas

Bursa tenaga kerja

Keluhan karyawan

Pengetahuan & keahlian

Harapan karyawan

Analisis pekerjaan

Data kaaryawan

Daftar gaji

penerimaan gaji

piutang karyawan

Eksternal (intelligent)

Eksternal (intelligent)

Eksternal (intelligent)

Eksternal (intelligent)

Riset produksi

Riset produksi

Riset produksi

Riset produksi

System informasi akuntansi-siklus penggajian

System informasi akuntansi-siklus penggajian

System informasi akuntansi-siklus penggajian

System informasi akuntansi-siklus penggajian

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia(Human Resource Information system atau HRIS) merupakan suatu sistem yang dimilki oleh perusahaan ntuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai.

Bagi perusahaan yang memiliki unit HRIS Formal, unit ini berada pada berbagai tempat. Kebanyakan unit (73 %) berada di SDM, tetapi sbagian (8,4 %) merupakan bagian dari jasa informasi, sebagian (1,8 %) berada di bagian gaji dari departemen akuntansi , dan sebagian (4,9%) ditempatkan di luar perusahaan seperti diorganisasi jasa dan outsourcers.

Pengaturan yang paling populer adalah HRIS melapor langsung kepada direktur SDM (48,3%) tapi ada kaemungkinan yang lain. Di beberapa perusahaan, HRIS merupsksn subunit dari kelompok SDM lsin seperti kompensasi dan tunjangan (20,1%)atau perencanaan SDM (2,5%).

Pemakai Informasi Sumber Daya Manusia

Pemakai system informasi sumber daya manusia adalah manajer-manajer yang berada didalam fungsi ini dan manajer yang membutuhkan keenam kelompok informasi yang dihasilkan oleh SIMSDM.

Pemakai sistem

Perencanaan

Rekruitmen

Pengelolaan

Kompensasi

Benefit

Lingkungan

Manajer SDM

Eksekutif lainnya

Manajer kompensasi/benefit

Manajer perencanaan SDM

Manajer hubungan karyawan

Manajer rekruitmen & seleksi

Manajer pelatihan

Manajer akuntansi

Manajer penggajian

Manajer lainnya

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

Bagaimana manajer menggunakan HRIS

HRIS serupa dengan sistem informasi keuangan dalam hal isinya yang menjadi perhatian manajer diseluruh perusahaan. Seperti halnya manajer berminat pada sumber daya uang mereka, manajer juga berminat pada sumber daya personil mereka.

Tabel di bawah ini mengidentifikasi para pemakai HRIS. Direktur SDM menggunakan informasi dari semua subsistem output, seperti halnya eksekutif lain, manajer EEO/AA di dalam SDM, dan manajer lain diseluruh perusahaan. Manajer unit-unit di dalam SDm memiliki perhatian khusus dalam subsistem itu yang berhubungan dengan operasinya. Contohnya, manajer perencanaan SDM secara khusus tertarik pada subsistem perencanaan angkatan kerja. Dua manajer di luar SDM juga memiliki khusus yang kuat. Manajer akuntansi berkepentingan khusus karena dampak dari progran kompensasi dan benefit pada status keuangan perusahaan. Manajer dari bagian gaji pada departemen akuntansi berkepentingan khusus dalam subsistem kompensasi. Setiap hari, para manajer di seluruh perusahaan menggunakan informasi personalia.

Model Sumber Daya Manusia

Beberapa model digunakan di sistem informasi sumber daya manusia seperti misalnya model matematis untuk menghitung gaji, menghitung bonus, menentukan kompensasi, menetukan besarnya benefit. Model perhitungan merupakan model yang paling sederhana, yaitu gaji tiap karyawan dihitung berupa gaji pokok ditambah gaji variable (misalnya tarif per jam variable dikalikan jam kerja) ditambah tunjangan-tunjangan. Model kompensasi bervariasi dari yang sederhana samapai yang rumit. Yang paling sederhana misalnya adalah kompensasi salesman. Jika dapat menjual lebih besar dari 10 unit, maka kelebuhan dari 10 unit mendapat kompensasi 20 % dari harga barangnya. Sehingga besarnya kompensasi adalah (unit dijual – 10 ) *0.2* harga barang yang dapat ditulis berupa model deprogram computer sebagai berikut

Kompensasi = abs (unitjual – 10 ) *0.2*harga

Model kompensasi yang rumit misalnya adalah model kompensasi yang disebut dengan inducing scheme. Model benefit juga bervariasi dari yang sederhana, yaitu defined contribution dan profit sharing sampai yang rumit seperti di definet benefit (menggunakan konsep nilai sekarang)

Kegiatan utama SDM

SDM mendukung area fungsional lain dengan membantu mendapatkan personil baru, mempersiapkan personil untuk melakukan tugasnya, dan menangani semua pencatatan yang berhubungan dengan pegawai dan mantan pegawai. Dalam memenuhi tanggung jawabnya, SDM melaksanakan empat kegiatan utama yaitu;

1) Perekrutan & penerimaan. SDM membantu membawa pegawai baru kedalam perusahaan dengan memasang iklan lowongan kerja di Koran., member tahukan posisi yang diminta kepada agen kerja swasta maupun pemerintah, melakukan wawancarapemilihan di kampus dan di fasilitas perusahaan, dan mengurus ujian bagi para pegawai. SDM sellu mengikuti perkembangan terakhir dalam pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.

2) Pendidikan dan Pelatihan

Selama periode kepegawaian, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai. Contohnya, staf SDM dpat membantu analis sistem dalam melatih pemakai selama tahap penerapan dari siklus hidup sistem.

3) Manajemen Data

SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pemakai dan memproses data untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.

4) Penghentian dan Administrasi Tunjangan

Ketika pegawai berhenti bekerja, SDM memproses kertas kerja yang diperlukan dan kadang melakukan wawancara keluar. Salah datu tujuan wawancara ini untuk belajar bagaimana perusahan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pegawainya di masa yang akan datang. Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.

Saat pegawai bekerja untuk perusahaan, mereka tidak dikelola oleh SDM, tetapi oleh manajer area tempat mereka bekerja. SDM karena itu melaksanakan fungsi pendukung, memudahkan arus sumber daya personil melalui perusahaan.

Manajemen sumber daya manusia tidak terjadi pada lingkungan yang statis, tapi pada lingkungan yang selalu berubah. Karena itu proses pengolahan sumber daya manusia di perusahaan tidak pernah berenti demi mendapatkan sumber daya yang sesuai dengan waktu dan tugas yang ahrus dipikulnya. Bebrapa proses yang dilakukan dalam mengolah sumber daya manusia adalah;

1. Perencanaan SDM, aktivitas ini dimaksudkan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang selalu sesuai dengan kebutuhan. Tujuan ini dilakukan dengan melakukan analisis terhadap infomasi yang berkaitan dengan SDM yang ada diperusahaan saat ini seperti;

a. Informasi keahlian yang dimiliki dan yang diperlukan, lowongan pekerjaan yang ada dan rencana penambahan atau pengurangan karyawan dibagian tertentu.

b. Informasi tentang lingkungan seperti informasi tentang pasar tenaga kerja.

Dalam pelaksanaa sumber daya manusia ada 2 aspek yang harus dipertimbangkan, seperti;

a) Kebutuhan SDM dimasa mendatang dengan menetukan berapa jumlah, jenis dan tingkat keahlian SDM yang diperlukan

b) Keseimbangan SDM dimasa mendatang dengan membandingkan kebutuhan SDM dimasa mendatang dengan jumlah karyawan saat ini yang diperkirakan tetap bergabung dengan organisasi.

c) Penerimaan atau pemutusan hubungan kerja berdasarkan kondisi SDM saat ini dan kebutuhan dimasa datang.

d) Pengembangan SDM yang dimaksudkan untuk menjamin terpenuhnya kebutuhan organisasi akan karyawan yang memiliki kemapuan dan penglaman yang sesuai.

2. Penerimaan, aktivitas ini berkaitan dengan masalah pengadaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Pencarian SDM biasanya dilakukan melalui Koran, internet, penyalur tenaga kerja, dari mulut kemulut dan mencari kekapus-kampus.

3. Pemilihan, aktivitas ini dilakukan dengan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari formulir pendataran atau lamaran yang diterima, interview, berbagai macam tes, seperti tes iQ dan EQ dan lain bentuk informasi yang dianggap perlu oleh manajemen SDM dalam penyeleksian untuk mendapatkan SDM yang sesuai denga rencana yang telah ditentukan.

4. Sosialisasi, aktivitas ini dilakukan untuk membantu SDM yang baru diterima agar secara harus dapat beradaptasi dengan lingkungan intern organisasi. SDM baru tersebut diperkenalkan dengan rekan-rekan barunya serta tanggung jawab yang diembanny.

5. Pelatihan dan pengembangan, aktivitas pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja SDM saat ini agar mampu melaksanakan tugas yang diberikannya secara efektif dan efisien, sedangkan program pengembanganya dimaksudkan untuk mempromosikan SDM tersebut.

6. Penilaian kerja, aktivitas ini dilakukan dengan mambandingkan antara kinerja secara individu/organisasi/sub organisasi dengan standar yang telah ditentukan.

7. Promosi, mutasi, penurunan pangkat, pemecatan, aktivitas ini mencerminkan nilai SDM tertentu bagi organisasi perusahaan. SDM yang menunjukan kinerja yang baik akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi atau ditingkatkan keahliannya sedangkan SDM yang memiliki kinerja rendah akan diturunkan pangkatnya, dipindahkan ke posisi yang kurang penting atau dipecat.

Strategi mempersiapkan SDM

Struktur dan SDM di era Teknologi dan Informasi

Sejak teknologi computer dikembangkan sebagai penopang system informasi, telah lahir sejumlah perubahan, mulai dari system bisnis,pola transaksi hingga struktur pengorganisasian dan manajemen sumber daya manusia itu sendiri. Struktur pengorganisasian yang sangat birokratis, dan pyramidal yang selama ini dibentuk telah mulai bergeser menjadi tahapan birokrasi lebih flat. Artinya tahapan birokrasi berkurang dan lebih sederhana.

Perkembangan terakhir system jaringan yang telah memungkinkan terjadinya distribusi data dan informasi dengan mobilitas tinggi, telah mengakibatkan praktek struktur pengorganisasian SDM mengalami perubahan yang sangat besar, dimana pekerjaan atau proses transaksi dapat didistribusikan dari berbagai terminal, namun data tetap terintegrasi menjadi satu kesatuan. Dengan demikian, dalam mengerjakan suatu pekerjaan, SDM tidak lagi terikat oleh tempat. Barangkali mereka melakukan pemantauan atau pengendalian dari rumah atau dari computer notebook yang dapat dibawa kemana saja.

Karir dibidang teknologi informasi

Secara umum karir dibidang teknologi informasi atau computer dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :

a) Ahli S1 yaitu seorang ahli dalam melakukan analisa dan menyusun suatu program atau system informasi. Ahli S1 ini dapat dikelompokan menjadi system analis dan pemograman.

b) Ahli ilmu computer, yaitu seorang yang mampu mengembangkan system computer baik software maupun hardware.

c) Ahli hardware, yaitu orang yang memiliki keahlian dala merakit, menginstal, dan melakukan perawatan secara teknis peralatan-peralatan computer, termasuk didalamnya jaringan computer dan internet.

d) Operator, yaitu orang yang bertugas untuk mengoperasikan dan mengawasi system computer dan S1 yang diimplementasikan didalam perusahaan. Disamping itu, ia juga bertugas untuk memasukan data-data awal maupun data transaksi.

Persiapan SDM

System informasi berbasis TI tidak dapat diimplementasikan secara utuh tanpa dukungan dari SDM, perusahaan dan pihak eksternal, seperti supplier dan konsumen sebagai pengakses system. Oleh karena itu, dibutuhkan persiapan SDM secara baik dan teritegrasi.

Tidak mudah untuk mempersiapkan SDM internal perusahaan apalagi eksternal yang berada diluar pengaruh langsung para pemimpin perusahaan. Untuk memulai persiapan bagi SDM. Pimpinan perusahaan dapat menempuh bebrpa kebijakan sebagai berikut;

a) Memperbarui system perekrutan staf, baik karakteristiknya, metode penyaringannya, maupun media yang digunakan. Misalnya dengan memanfaatkan internet untuk menerima surat lamaran.

b) Menberikan pelatihan terhadap SDM internal yang telah ada dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan motivasi bahwa penggunaan teknologi bukan untuk menggusur atau memperberat pekerjaan mereka. Melainkan untuk mempermudah dan meningktkan daya saing.

c) Sementara bagi SDM eksternal, perusahaan dapat melakukan sosialisasi melalui media-media cetak atau surat-surat yang intinya memperkenalkan SI berbasis TI yang diterapkan dan bagaimana mengoperasikanya.

Evaluasi SDM

Proses evaluasi SDM merupakan bagian dari MSDM. Tujuan evaluasi adalah untuk melihat efektivitas proses MSDM. Khuhsnya dalam hal ini adalah evaluasi terhadap kemampuan untuk beradapatasi terhadap teknologi yang diimplementasikan terhadap perusahaan.

Bagi SDM internal, penilaian tersebut dapat meliputi kemampuan untuk memahami dan keberaniannya dalam mengoprasikan teknologi itu, serta sejauh mana mereka memanfaatkan dan mengoksplorasi teknologi.

Sementara itu, bagi SDM eksternal penilaian dapat meliputi kemampuannya untuk memahami dan keberaniannya untuk menggunakan teknologi baik dalam melakukan transaksi maupun memasukan data-data penting lainnya.

Soal

1. Seberapa besar pengaruh sistem informasi sumber daya manusia terhadap perkembangan sebuah perusahaan?

2. Ketika di suatu wilayah bermunculan perusahaan-perusahaan keluarga sehingga cenderung terjadi nepotisme, apa yang akan terjadi pada sistem informasi manajemen sedangkan perekrutan karyawan hanya didasarkan atas silsilah keluarga?

3. Saat ini sumber daya manusia di Indonesia tergolong kurang produktif jika dilihat dari kemampuan ekonomi Indonesia, apa sebenarnya yang mengakibatkan minimnya SDM berkualitas di negara ini?

4. Menurut kalian kriteria seorang manajer yang baik dalam hal ini mampu turut serta meningkatkan omset di sebuah perusahaan?

5. Diantara seorang manajer dengan karyawan tentu harus ada hubungan yang baik sehingga terjalin komunikasi dan sinkronisasi sebagai relasi dan rekan kerja, akan tetapi ketika profesionalisme mulai luntur, tindakan apa yang sebaiknya diambil agar SDM tetap berkualitas?

6. Dalam tugas dan tanggung jawabnya divisi SDM di sebuah perusahaan wajib melakukan pendidikan dan pelatihan kepada karyawannya, bentuk pendidikan dan pelatiha seperti apa yang efektif yang dapat meningkatkan kualitas SDM, berikan contohnya!

7. Ketika sistem informasi SDM di sebuah perusahaan tidak transparansi lagi, apa yang harus dilakukan oleh pihak pemakai eksternal agar tidak terjadi kecurangan?

8. Kebanyakan orang Indonesia akan bekerja ketika diperintah dan diiming-imingi keuntungan atau kepentingan, apa solusi untuk mengatasi masalah watak dan mental seperti yang tersebut diatas?

9. Dalam sistem informasi sumber daya manusia terdapat kegiatan utama salah satunya manajemen data khususnya manajemen data yang berhubungan dengan SDM. Menurut analisis kalian, manajemen yang seperti apa yang mampu memproteksi data SDM yang ada pada perusahaan!

10. Sebuah perusahaan yang besar tentu memiliki sistem informasi yang besar pula termasuk sistem informasi SDM, bagaimana jadinya apabila perusahaan tersebut berjalan tanpa sistem informasi manajemen?

Sumber Bacaan

HM, Jogiyanto.2005.Sistem Teknologi Informasi.Yogyakarta:ANDI

http://dinkesbonebolango.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=215

http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI…FPEB/…/SIM_SDM.pdf

http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/197507042003121-ASKOLANI/SIM_SDM.pdf

http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/197207152003121-CHAIRUL_FURQON/014._SIM-sistem_informasi_SDM-contoh_kasus.pdf

http://journal.uii.ac.id/index.php/JPI/article/viewFile/188/177

http://p3m.amikom.ac.id/pics/Jurnal_MANAJERIAL_Edisi_September_2007.pdf

http://peni.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2230/armes2k-detail.pdf

Kadir, Abdul.2003.Pengenalan Sistem Informasi.Yogyakarta:ANDI

Oetomo, Budi Sutedjo Dharma.2006.Perencanaan dan Pembngunan Sistem Informasi.Yogyakarta:ANDI

Susanto, Azhar.2002.Sistem Informasi Manajemen.Bandung:Lingga Jaya

Ini Ceritaku

Aku yang terlahir di Palembang 190293 dari pasangan SUDARTO dan RAHWATI merupakan anak pertama, adikku DIMAS, yang lengkapnya Dimas Agung Wiraguna merupakn adikku satu2nya,

Aku yang kecil dulu sudah sekolah di umur 4,5 tahun, tidak lagi mengemban bangku TK, itu karena Ibuku adalah seorang guru di SD tempat aku sekolah SD di dusun daerah tempat aku tinggal. Tepatnya di daerah Banyuasin Desa Ringin Harjo Karang Agung Tengah. 

Awalnya sih cuma ikut Ibu saja, namun pada akhirnya malah sekolah benar dan kepala sekolah di SD tersebut mengizinkan aku untuk tetap melanjutkan sekolah dengan alasan aku sudah mampu untuk mengikuti mata pelajaran yang di ajarkan di SD tersebut.

Prestasiku cukup baik waktu SD termasuk dalam 10 besar, walaupun aku anak yang paling muda di SD  tersebut, ya itu semua karena bimbingan dari orang tua ku.

Sekolah ku berjalan dengan baik tidak ada kendala, tapi kelas 5 aku pindah sekolah ke Palembang. Bukan karena ada masalah, tetapi untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang jauh lebih baik, awalnya sih aku senang bisa sekolah di Palembang, karena selama ini aku merasa senang jika aku pergi ke Palembang, namun semua tak seperti yang dibayangkan, berubah sesuai dengan dunia ini yang selalu berubah dan terus berjalan.

Dunia ini bagaikan sebuah perjalanan, dari mana kita berasal dan mau ke mana kita nanti, maka dari tu kita harus punya tujuan dan berpetualang untuk menggapainya.

Begitu pun aku, memiliki petualangan dalam hidup ini. Aku yang berasal dari keturunan Jawa memiliki petualangan yang cukup mengasyikkan. Dimulai saat aku berumur kira-kira 10 tahuan, aku merantau dari desaku Karang Agung Tengah (tidak banyak orang tahu daerah ini) aku pergi ke Palembang. Aku meninggalkan orang tuaku, hidupku pun jauh dari mereka, tapi pertualangan hidup di Palembang sangatlah menyedihkan. Di Palembang aku tinggal bersama Bude (mbak dari ayahku) hidupku di sini cukup senang, tapi banyak kejadian yang mengecewakan, aku selalu merepotkan Bude dan sering buat ulah yang tak sesuai, seperti berenang di bak mandi, khayalan ingin berenang di kolam renang terlampiaskan di bak mandi, awalnya tidak ketahuan, namun sepintar apapun menyimpan bangkai pasti akan ke cium baunya. Begitu pun ulahku aku ketahuan, aku kena marah, aku menangis, aku malu, dan aku menyesal akan hal itu. Dari kejadian itu, hidupku mulai berubah, q tak lagi seceria dan hidup dengan tenang, banyak hal-hal bodoh yang kulakukan, puncaknya saat pertengahan kelas dua SMP, orang tuaku datang dan menjengukku seperti biasa, namun di saat mereka ingin pulang aku menangis dan melarang mereka untuk pulang, namun mereka tidak mau, aku semakin histeris menangis, aku di marah, dan dicubit, namun aku tetap menangis bahkan sampai menendang tembok. Ibuku pun kesal akhirnya aku di ajak ke dusun lagi jika memang Ibu tidak boleh pulang.

Akhirnya aku pulang, kembali ke dusun, dan aku pindah sekolah dari SMP di Palembang pindah ke dusun, jelas semua orang kecewa pada saya, namun itulah pilihannya. Aku pun merasa senang karena bisa berkumpul dengan keluargaku walaupun harus rela meninggalkan daerah perkotaan yang serba ada, tidak seperti di dusun.

Sungguh  ku sadar aku telah melakukan kesalahan yang besar, aku meninggalkan semua hal yang serba modern dan kembali ke tradisional. Namun semua itu tetap aku nikmati dengan semangat dan tekad yang kuat.

Aku pun memulai sekolah kelas dua di sekolah ku yang baru, walaupun semua siswa rata-rata teman SD ku namun aku hanya diam saja dalam beberapa hari, karena begitulah diriku jika berada di lingkungan yang baru walau semua orangnya tak asing bagiku.

Aku pindah saat kelas dua semester dua.

Hari pertama aku lalui dengan biasa saja, mengikuti semua kegiatan dengan baik, datang ke sekolah tepat waktu dan pulang sekolah langsung ke rumah, begitu setiap harinya.

Di SMP aku juga masih termasuk siswa yang paling muda, namun aku berhasil masuk lima besar di kelas, prestasi cukup baik untuk anak baru di sekolah tersebut.

Tidak banyak cerita di kelas dua ini, namun berbeda lagi pada saat kelas tiga.

 

KONSEP DASAR INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI

1. KONSEP DASAR INFORMASI

Definisi dari informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang menerimannya. Menurut Raymond Mcleod informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Secara umum informasi dapat di definisikan sebagai hasil pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimannya.

Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertent.

Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut :

a. Untuk meningkatkan pengetahuan bagi si pemakai

b. Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai

c. Menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.

Kualitas informasi bias terhadap error, karena kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori atau master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem. Informasi yang berkualitas harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan, maksudnya adalah:

a. akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.

b. tepat waktu berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.

c. relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang berbeda-beda

Nilai Informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

Umur informasi, kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai atau arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).

2. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

Sistem informasi dalam organisasi dapat dikatakan sebagai sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

Sistem informasi akan bekerja pada fungsi-fungsi organisasi sesuai dengan derajat kebutuhan informasi pada tingkatan manajemen dalam organisasi. Karakteristik dan tipe-tipe informasi akan terkait dengan kebutuhan informasi pada tingkatan-tingkatan manajemen dalam organisasi. Sistem informasi berfungsi mentransformasikan data menjadi informasi yang bernilai bagi tiap tingkatan manajemen. Sistem informasi mendukung pembuatan keputusan sesuai tahap-tahap pembuatan keputusan manajemen dalam organisasi.

Menurut Mc leod “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi “.

Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :

a. harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat

b. harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan / pengambilan keputusan

c. harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan

d. harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.

Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :

a. pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai

b. manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan

c. keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi

d. kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi

Sistem informasi mempunyai enam buah komponen atau disebut juga dengan blok bangunan (building block), yaitu :

1. komponen input atau komponen masukan

2. komponen model

3. komponen output atau komponen keluaran

4. komponen teknologi

5. komponen basis data

6. komponen kontrol atau komponen pengendalian

Aku dan Kekasihku

Dia adalah gadis manis yang sangat aku sayang,, pertemuanku disebabkan karena ia tetangga di kosanku, kami sering berpapasan di jalan sekitar kosanku. Pertemuan kami awalnya biasa saja hanya sekedar senyum sapa, namun semua itu menimbulkan rasa yang berbeda, aku pun mulai mencari tahu siapa namanya, nomor handphonenya, sekian lama mencari tetapi tak kunjung kudapat. Hingga pada sesuatu saat ia chat in my Facebook, aku merasa senang akhirnya ini dia yang dicari muncul juga, dan ternyata ia merupakan orang yang cukup senang dengan dunia maya dan dia menemukanku di Facebook karena pertemanan yang sama dengan mantanku juga berteman dengan mantannya. Kami pun mulai berteman di Facebook dan berkomunikasi walau hanya lewat Facebook saja dia pun bertanya nih kakak tetangga itu ya?. Lucu sekali aku bilang anak ini dalam hati. Sudah lama berkomunikasi di Facebook aku pun berusaha mencari nomor handphone nya. Aku pun mengirim sms Facebook dan bertanya nomornya, tetapi tidak pernah di balasnya, sekian lama menunggu akhirnya dapat juga dan dia yang sms aku terlebih dahulu, aku pun kaget dan senang, katanya dia dapat nomor dari mantanku. Kami pun terus berkomunikasi, saling memberi perhatian, saling mengingatkan. Sudah hampir sebulan kami pendekatan, hingga pada tanggal 16 May 2011 kami jadian, ini terjadi bermula saat dia sms aku tidak tahan dengan hubungan ini harus dilanjutkan atau tetap seperti ini menjadi teman dekat saja, dan dia ingin jawabannya dengan bertemu langsung, jam sudah menunjukkan hampir jam 12 malam. Karena tempat tinggal kami dekat kami pun mudah untuk bertemu. Kami keluar membeli roti bakar, dan kami membicarakan hal tersebut dengan deg-degkan, akhirnya aku bilang kita lanjutkan dan bagaimana denganmu apakah dirimu menginginkannya?, dia tidak menjawab namun dia malah sms aku lanjut katanya, akhirnya kami pun jadian. Kami pun telah 5 bulan jadian. Alhamdulillah semoga langgeng selalu.

Konsep Dasar Sistem
(Pertemuan ke

Sistem

Struktur sistem merupakan unsur-unsur yang membentuk sistem tersebut, sedangkan proses sistem menjelaskan cara kerja setiap unsur sistem tersebut dalam mencapai tujuan sistem.

Setiap sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar dan terdiri dari berbagai sistem yang lebih kecil yang disebut sebagai subsistem.

•Pendekatan sistem memberikan banyak manfaat dalam memahami lingkungan kita.

Pendekatan Sistem

•Pendekatan sistem berusaha menjelaskan sesuatu dipandang dari sudut pandangan sistem, yang berusaha menemukan struktur unsur yang membentuk sistem tersebut.

Dengan memahami struktur sistem dan proses sistem, seseorang akan dapat menjelaskan mengapa tujuan sistem tidak tercapai

•Untuk mempertahankan eksistensinya dan untuk mencapai tujuan-tujuan khususnya, setiap organisme hidup memerlukan penyediaan informasi yang cukup.

•Untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi buatan manusia, informasi juga merupakan kebutuhan pokok.

•Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Pengertian umum sistem

•Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur

•Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.

•Unsur-unsur tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.

•Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

•Untuk apa suatu sistem ditetapkan ???

“ Setiap sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau secara rutin terjadi”

Tahapan Sistem

•Empat tahap yang pertama yaitu:

1. perencanaan

2. analisis

3. rancangan

4. penerapan

Keempat tahap pertama ini dimaksudkan bagi pengembangannya.

tahap kelima dimaksudkan untuk penggunaannya.

Siklus hidup sistem

•Konsep siklus hidup cocok dengan segala sesuatu yang lahir, tumbuh berkembang dan akhirnya mati.
•Pola ini juga berlaku untuk sistem berbasis komputer seperti aplikasi pengolahan data atau sistem pendukung keputusan (decision support system-DSS)

•Kegiatan siklus hidup sistem, baik bagi pemakai maupun bagi spesialis informasi dikelola dari berbagai sudut pandang dalam perusahaan.

•Eksekutif menetapkan kebijakan dan membuat rencana yang mengatur pemakaian komputer.

•Pada tingkat yang sedikit rendah, suatu komite khusus yang disebut komite pengarah SIM dapat mengelola seluruh siklus hidup dalam perusahaan.

•Ketika tiap siklus hidup melalui tahap pengembangan, para pemimpin proyek mengawasi para anggota tim.

•Siklus hidup sistem merupakan penerapan pendekatan sistem untuk tugas mengembangkan dan menggunakan sistem berbasis komputer.

•Siklus hidup sistem merupakan penerapan pendekatan sistem untuk tugas mengembangkan sistem yang lebih cepat.

•Pengembangan sistem yang lebih responsif dapat dicapai dengan peningkatan siklus hidup dan penggunaan peralatan pengembangan berbasis komputer.

Keuntungan dari adanya manajemen siklus sistem yang baik

•Semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.

•Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.

Peran analis sistem

•Membantu manajer mendefinisikan masalah, menetapkan tujuan dan menggali kendala-kendala.

•Kemudian mengadakan studi kelayakan yang menjadi dasar bagi komite pengarah SIM dan manajer untuk menentukan apakah perlu melanjutkan proyek tersebut.

Sumber bacaan

•Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

(Bab 1 Sistem Akuntansi)

•Mc. Leod Raymond. 1995. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: PT. Prenhallindo.

( Bab 3 Teori dan Metodologi Sistem dan Bab 8

Metodologi Siklus Hidup Sistem).

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.